01 September 2009

Website PINDAD Kehabisan Bandwidth!!

Desas desus berita tentang pengiriman ratusan senjata Made in Bandung (PT.Pindad) ke Filipina yang ditengarai ilegal ternyata membawa dampak diserbunya website resmi PT Pindad yang berdomain http://www.pindad.com oleh pengguna internet di seluruh dunia khususnya Indonesia. Hal ini menyebabkan beban yang harus ditanggung servernyapun menjadi berlebih, sampai akhirnya kehabisan Bandwidth. Alhasil saya yang tadinya penasaran ingin mengetahui spesifikasi detil senjata-senjata buatan Bandung (ss1-v1 dan ss1-v2), yang konon perpaduan antara 2 senjata legendaris m-16 dan ak-47 ini, harus gigit jari :( . Hanya tulisan Bandwidh limit exceeded saja yang bisa terlihat, ya mudah mudahan pengelolanya cepat tanggap dan segera merespons kondisi ini jika tidak ingin melihat ada orang lain yang gigit jadi seperti saya, semoga.

Baca selengkapnya “Website PINDAD Kehabisan Bandwidth!!”  »»

How I Sold 1000 CD in 30 Days, Free e-book By Pandji


Intermezzo: mengenal lebih jauh Pandji Pragiwaksono

Kebanyakan dari kita (termasuk gw) mengenal sosok Pandji Pragiwaksono adalah seorang presenter yang kerap nongol di beberapa station televisi swasta. Wajahnya mulai familiar di mata saya ketika membawakan acara reality Quiz “Kena Deh”, tak ada yang special yang saya lihat darinya, namun anggapan saya berupah 180 derajat ketika tak sengaja mengenal lebih jauh beliau di jejaring sosial yang baru saya ikuti, Twitter. Memang nama Pandji akhir-akhir ini bikin heboh dengan lagu rap “kami tidak takut” yang diciptakan akibat aksi terorisme yang kembali terjadi, cukup mengejutkan juga melihat pandji membawakan lagu rap dengan penampilan sebagus itu , namun tidak membuat saya ingin mengenal jauh tentang dia, “ah cuma penyanyi rap cabutan” dalam pikiran saya ketika itu.

Pikiran tentang pandi mulai berubah ketika memfollownya di twitter, tak sangka sudah lebih dari 10000 orang jadi followers di akun twitternya, angka yang mengejutkan jika melihat backgroundnya yang saya pikir hanya seorang presenter saja. Ketika membaca tweetnya satu persatu yang akhir-akhir ini sering mengobarkan smangat nasionalisme dan pemikiran tentang melawan terorisme, saya jadi tergerak mencari tahu orang ini siapa, googling lah saya, wow surprise ketika mengetahui latar belakang pendidikannya adalah sarjana seni ITB, pandji juga adalah penyiar radio yang ternyata lebih dari 7 tahun berada dibawah naungan Hardrock fm, diapun ternyata seorang enteurpreuner di bidang industri kreatif dengan mendirikan basketball clothing berlabel REF-ID. Tak hanya sampai disitu, Pandji juga seorang musisi hip-hop yang beberapa waktu lalu mengeluarkan album hip-hop, tak tanggung-tanggung albumnya bekerja sama dengan musisi jazz Tompi dan Angga Maliq n d essensial. Yang paling membuat saya kaget dan terkagum-kagum adalah ternyata Pandji adalah seorang blogger!!, ketika berkunjung ke salah satu blognya www.pandji.com saya sempat dibuat berdecak kagum dengan tulisan-tulisannya yang berbobot. Gilanya lagi beliau sudah ngeblog 5 tahun lebih! Edan ni orang :).

Sampai akhirnya di salah satu sudut blognya saya menemukan free ebook berjudul How I Sold 1000 CD in 30 Days. Penasaran dengan isinya, sayapun mengunduhnya, kubaca di kosan, sampai akhirnya saya berani untuk mengatakan ini buku bagus!, secara singkat e-book ini menceritakan pengalaman pandji yang berhasil menjual 1000 keping album cd hip-hopnya dalam satu bulan di tengah persaingan di industri musik yang sekarang menggila. kalian tak akan menyesal membacanya, banyak pengetahuan dan wawasan baru yang akan Anda dapatkan dari buku yang dituturkan dengan bahasa yang sederhana ini. Silakan mendownload langsung di www.pandji.com atau link dibawak tulisan ini, selamat membaca.
DOWNLOAD E-BOOK How I Sold 1000 CD in 30 Days HERE!!!

Baca selengkapnya “How I Sold 1000 CD in 30 Days, Free e-book By Pandji”  »»

20 Agustus 2009

Siapa jadi Korban,Siapa jadi Pemenang

Jika Anda pernah menumpang bus ekonomi Bandung-Sukabumi, keberadaan pedagang asongan mungkin sudah biasa anda jumpai, jangankan di bus ekonomi, bus sekelas PATAS pun penjual asongan hilir mudik dengan leluasanya. Satu diantara pedagang asongan yang mengadu peruntungannya di dalam bus adalah si penjual jeruk. Jika Anda terbiasa menumpang bus ekonomi khususnya jurusan Bandung-Sukabumi, Anda mungkin sudah tak asing dengan pedagang yang satu ini, juga taka sing dengan strategi penjualannya yang terbilang cerdik.Tapi sebaliknya jika Anda pertama kali menemukan penjual jeruk ini, bersiaplah untuk menahan diri Anda karena,strategi si penjual jeruk ini terbilang licin dan cerdik, bukan tidak mungkin Anda menjadi “korban” selanjutnya.



Sekarung jeruk jenis Berastagi ”dia” bawa ke dalam bus yang kala itu penuh sesak dijejali penumpang dan beberapa pedagang asongan, berbeda dengan pedagang lain yang begitu agresif menawarkan barangnya, si penjual jeruk duduk-duduk santai di bangku yang kosong sambil memilih jeruk yang mulus sebagai “display”. Tak lama setelah seluruh teman-teman pedagangnya turun, barulah beliau melancarkan aksiinya..”sapuluh rebu 20 siki, simanis, si giung brastagi tea... ubar riet ubar seeul” ujar si pedagang melafalkannya dalam bahasa sunda. Sontak kata-kata sakti yang si penjual jeruk ucapkan mengganggu pikiran sebagian penumpang (termasuk saya) :) yang mau tidak mau mengalihkan pikirannya untuk mulai berhitung untung rugi uang sepuluh ribu ditukar dengan 20 puluh biji jeruk. Karena si penjual tak mengukur jeruk dengan skala kilogram tapi bijian, pikiran kita jadi tergiring dengan anggapan 20 buah jeruk itu banyaaaaak sekali, karena dalam pikiran kita jeruk biasanya berukuran sebesar bola tenis, tapi percayalah yang dia tawarkan adalah jeruk brastagi seukuran tak lebih dari ukuran sawo, yang pasti jika dikategorikan akan masuk buah kualitas grade c. Tapi tak lama setelah si pedagang cuap-cuap, seorang ibu dibangku belakang yang dipastikan baru pertama kali bertemu dengan penjual ini tak sabar untuk membeli, si ibu menawar sepuluh ribu rupiah untuk 25 biji biji jeruk, tanpa berfikir panjang si pernjual mengiyakan dan kesepakatan terjadi, hahaha “korban” pertama telahjatuh dalam hati saya.
Karena si ibu telah membeli dengan 25 biji,tawaranpun secara resmi dinaikan menjadi 25 biji persepuluh ribu, mantra andalan kembali dikeluarkan ..”hayoh pa haji, buhaji sapuluh rebu 25 siki, simanis, si giung brastagi tea...nyeepkeun yeuh ubar riet ubar seeul..moal ditahan tahan da sanes asahan.ieumah ngical duduluran we...sok 10 rebu 25 siki...bade diketeng mangga lima ratusan,,,sok bu, muin diwarung mah 500an hiji ku abdimah dibonusan 5 siki sok saha deui..diical murah” korban-”korban” kembali berjatuhan, beberapa orang terbuai dengan mantra sang penjual, air muka kebahagian terpancar jelas keluar dari si penjual tadi karena melihat dagangannya laku. Buspun terus melaju diatas jalan berkelok di kawasan industri padalarang si penjualpun rehat sejenak, mendinginkan suasana arena, bersiap untuk penawaran yang lebih mengguncang adrenalin pastinya. Entah sudah ada “deal” dengan si empunya bis, si penjual santai-santai saja tuh menumpang malah sempat ngorok di bangku penumpang yang kosong.

Jalan berkelok yang bikin perut serasa dikocokpun akhirnya terlewati, tepat di cipatat si penjual kembali melancarkan aksinya, kali ini dengan penawaran 30 biji untuk sepuluh ribu “nyeepkeun bu haji,pahaji sok lah diical duduluran we sapuluh rebu 30, nu meser 25 tong ngambek pamali, sanes milik…sok diical mirah sapuluh rebu 30 puluh” kontan penjual yang membeli untuk 25 ribu akan merasa gondok dan tertipu kan, itulah alasan mengapa saya sebut mereka “korban”. Pembelipun bermunculan, banyak yang akhirnya berubah pikiran dan akhirnya memutuskan membeli tapi saya masih anggap mereka “korban” sampai akhirnya pembeli sebenarnya adalah pembeli yang mendapat tawaran terakhir sebanyak 50 buah per sepuluh ribu. Bayangkan saja betapa gondok dan merasa tertipunya pembeli yang membeli pertama kali hanya dengan 25 buah, bandungkan dengan pembeli sesungguhnya yang mendapatkan 50 buah jeruk,dia adalah pembeli sesungguhnya tak berlebih kalau akhirnya kita juluki dia “pemenang”.

Cerita nyata tadi sebenarnya bisa memberi pelajaran bagi kita untuk selalu sabar, tidak mudah tergiur tanpa mempertimbangkan segala sesuatu dulu sebelumnya, konsep keinginan dan kebutuhan agaknya dipahami terlebih dahulu. Sekarang Anda tinggal pilih membeli dengan mengikuti hawa nafsu untuk menjadi “korban” atau membeli dengan pertimbangan matang dan hati-hati untuk menjadi ”pemenang”? semuanya terserah anda.

Baca selengkapnya “Siapa jadi Korban,Siapa jadi Pemenang”  »»

18 Agustus 2009

Pawai Samen dan Strategi Marketing

Ketika duduk santai menikmati acara televisi di ruang tengah, suara gemuruh yang asing lambat laun terdengar mengeras di perumahan yang biasanya tenang ini. Penasaran apa yang sebenarnya terjadi,kuintip lewat jendela dan ternyata sesuatu yang membawaku kemasa bocah dulu. Ya,pawai kenaikan kelas sekolah pengajian atau biasa disebut samen melintas lengkap dengan iringan drumband yang membuat iring-iringan semakin terlihat meriah. Tidak hanya sampai disitu, bak ingin menyaingi festifal kostum di brazil, kostum-kostum aneh nan nyeleneh pun ditampilkan. Mulai dari kostum banci, topeng monyet, kostum ala sunan, dan biasanya pasangan penganten lengkap dengan hulubalangnya tak ketinggalan ditampilkan. Tak hanya semua santri yang ikut pawai, seluruh keluarga santri biasanya tak ingin melewatkan momen yang hanya terjadi setahun sekali ini, tak ayal kemacetan tak bisa dihindari karena praktis iring-iringan samen hampir menutupi separuh badan jalan.

Samen sebenarnya adalah tradisi syukuran pelepasan para santri yang “diwisuda” setelah menuntut ilmu selama 6 tahun di suatu madrasah,acaranya tak hanya pawai keliling kampung saja tetapi mulai pagi hingga malam hari, “kebolehan” para santri dipertunjukkan sampai akhirnya toga disematkan kepada santri yang lulus. namun kadangkala samen juga terlihat dijadikan ajang persaingan antar madrasah, indikasi ini tidak terlihat secara vulgar, namun kesan yang terlihat memang begitu, semakin ramai samen suatu madrasah, maka semakin ramai juga calon santri yang akan mendaftar, ringkasnya samen tak hanya dijadikan “pesta” kelulusan saja, namun strategi marketing ada di balik semuanya itu. Tapi tentunya apapun yang ada dibalik pawai samen ini, kita berharap tradisi ini selayaknya dipertahankan, agar kelak anak cucu kita mengalami pengalaman menyenangkan menikmati meriahnya samen ini, klise memang, tapi itulah yang pribadi saya harapkan atau mungkin Anda juga?.

Baca selengkapnya “Pawai Samen dan Strategi Marketing”  »»

14 Agustus 2009

Awas Bahaya Es Cingcau

Cincau (Cyclea barbata ) yang sering kita temui di tukang-tukang es keliling ataupun es campur ternyata tak hanya memiliki sejuta manfaat, tetapi ternyata juga memiliki banyak keburukan bagi tubuh kita. Banyak dari kita yang sudah mengetahui manfaat olahan daun cincau ,selain konon berkhasiat untuk mengobati sembelit, diare,kembung, panas dalam, penuruh tekanan darah, ternyata panganan yang kaya serat dan rendah kalori ini pula dapat mencegah munculnya penyakit kangker, karena ternyata cincau mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S,S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada ginjal, tak hanya senyawa lain seperti isokandrodendrin yang dipercaya mampu mencegah sel tumor ganas.

Tapi sedikit diantara kita yang mengetahu jika sebenarnya cincau akan sangat....
berbahaya jika dihidangkan dengan cara yang keliru. Seperti yang kita tahu, sebagian besar cara membuat cincau adalah dengan meremas remas daun cincau dalam air matang kemudian diendapkan, nah ditilik dari meremas-remasnya itu siapa yang menjamin tangan si pembuat cincau itu bersih? Bisa saja tangannya membawa kuman,bakteri dan virus yang berbahaya bagi tubuh kita hal ini diperparah lagi ternyata setelah di remas ternyata air endapan ini tidak di masak, alias didiamkan begitu saja yang memungkinkan kuman,bakteri dan virus tidak mati,itu yang pertama.

Cingcau yang kebanyakan dijajakan oleh pedagang es keliling tak lengkap bila tidak disajikan dengan es serut, lagi-lagi siapa yang menjamin es yang digunakan si pedagan itu adalah es yang bersih dan terbuat dari air yang matang? Karena memang setelah maraknya investigasi yang marak ditayangkan di televisi terungkap bahwa kebanyakan es-es yang digunakan untuk pedagan es keliling adalah es yang sebenarnya diperuntukan untuk ikan-ikan hasil tangkapan nelayan yang pasti dibuat bukan dengan air yang bersih, disinilah mungkin bakteri e coli mengancam anda.

Tak sedap pula jika cincau tidak dihidangkan dengan gula, lagi-lagi gula yang digunakan para pedagan cincau kebanyakan tak mengindahkan rambu-rambu kesehatan. Gula yang terlihat berwarna merah cerah sudah pasti dibuat dengan pemanis buatan yang dicampur dengan pewarna, masalahnya sekarang pewarna apa yang meraka gunakan? Pewarna pakaiankah? kita tidak tahu.Untuk itu seharusnya Anda lebih bijak untuk memilih jajanan anda, jika menginginkan khasiat yang maksimal dari cincau, buatlah sendiri dirumah, pastikan bahan-bahan yang digunakan aman bagi tubuh Anda.

Baca selengkapnya “Awas Bahaya Es Cingcau”  »»
Seluruh Konten di blog ini dapat Anda gunakan Untuk tujuan APAPUN asalkan tetap mencantumkan nama penulis dan URL lengkap Artikel -copyright 2008-2009 bilal muslim -