Tampilkan postingan dengan label teknik industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknik industri. Tampilkan semua postingan

Tutorial Singkat Software Mini Mrp

Software mini MRP adalah salah satu software yang diperuntukan untuk menyelesaikan masalah inventori, dengan beberapa kemampuan feature tambahan yang biasanya ditemukan di software ERP. Mini MRP sangat cocok digunakan untuk bisnis berskala kecil maupun menengah. Mini MRP sangat mudah digunakan dan membutuhkan memory yang relative kecil, versi trialnya dapat anda download di minimrp.com

Tutorial mini mrp ini disajikan da dalam slide persentasi, yang awalnya dibuat untuk melengkapi tugas mata kuliah system produksi. Silakan download link dibawah ini untuk mendownload file tutorial selengkapnya, selamat berlajar.

DOWNLOAD TUTORIAL MINIMRP DISINI

Praktikum Teknik Industri Decision Support System

“dibawah ini adalah bagian pendahuluannya saja, laporan lengkap silakan download di akhir tulisan”

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktikum

1.1.1 Latar Belakang Proses Penyusunan Arsitektur Hirarki

Dalam kehidupan selalu saja timbul persoalan, baik itu persoalan pribadi, organisasi, perusahaan, dan sebagainya. Dalam setiap persoalan tersebut pasti ada jalan keluarnya, namun apakah jalan keluarnya tersebut memperbaiki persoalan tersebut atau malah sebaliknya. Jalan keluar tersebut berupa keputusan tindakan yang akan menyelesaikan persoalan tersebut. Dari satu persoalan dapat menghasilkan beberapa alternatif keputusan yang dihasilkan. Dari beberapa alternatif itulah, kita memilih keputusan yang paling baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Dalam suatu persoalan, lebih baik jika kita mencoba untuk menguraikan persoalan tersebut menjadi beberapa entitas. Hal ini dapat membantu dalam melakukan pemecahan permasalahan menjadi lebih sederhana. Penyederhanaan ini dilakukan agar persoalan tersebut menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi. Selain itu, penyederhanaan ini akan mempermudah dalam memecahkan persoalan yang sedang dihadapi.

Agar persoalan tersebut dapat menjadi lebih sederhana, pertama kita tentukan dahulu tujuan dari pemecahan persoalan tersebut. Kemudian, kita tentukan pembatas-pembatas dari persoalan tersebut agar persoalan tidak menjadi lebih besar. Dalam pemecahan persoalan kita juga memerlukan kriteria-kriteria dalam persoalan tersebut. Setelah itu kita tentukan alternatif-alternatif yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah kita tentukan.

Dalam penyusunan keputusan atas pemecahan persoalan yang kita hadapi, kita memerlukan beberapa hal penting, yaitu perspektif yang merupakan cara pandang kita dalam melihat suatu persoalan. Hirarki, dimana persoalan tersebut dipecah menjadi beberapa elemen-elemen yang disusun dari satu tingkat ke tingkat yang lain. Tujuan, maksudnya adalah suatu persoalan memiliki tujuan untuk mengetahui apa yang menjadi inti dalam persoalan tersebut. Model mental yang ada dalam pemikiran kita yang mempengaruhi kita dalam melihat, mengamati, dan bertindak. Serta rasionalitas, dimana kita dihadapkan pada konsekuensi logis dari cara kita melihat, mengamati, dan bertindak dalam menghadapi persoalan tersebut.

1.1.2 Latar Belakang Outbound Logistics : Warehouse Selection Process

Dunia merupakan suatu sistem yang kompleks dimana elemen-elemen di dalamnya saling berinteraksi. Dalam sistem dunia yang kompleks ini tentunya banyak persoalan yang harus kita tanggulangi. Untuk menangani persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang tidak terstruktur kita perlu menyusun tahapan-tahapan dalam menyelesaikan persoalan tersebut dan perlu menetapkan tujuan kita dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Begitu pula dalam organisasi atau perusahaan. Setiap organisasi atau perusahaan, mereka memiliki persoalan-persoalan. Dalam membantu pengambilan keputusan yang harus diambil untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di perusahaan, kita dapat menggunakan proses hirarki analitis. Proses hirarki analitis ini memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang efektif atas persoalan yang kompleks dengan jalan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan yang kita alami.

Proses hirarki analitis ini adalah memecah-mecah suatu situasi yang kompleks, tak terstruktur ke dalam bagian-bagian komponenya, menata bagian atau variabel ke dalam suatu susunan hirarki, memberi nilai numerik pada setiap variabelnya untuk menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi. Keharusan memberi nilai numerik pada setiap variabel masalah membantu para pengambil keputusan untuk mempertahankan pola-pola pikir untuk mencapai kesimpulan.

Dalam proses hirarki analitis untuk mendapatkan nilai prioritas sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara menghitung matriks-matriks. Adapun langkah-langkah dalam penghitungan matriks ini adalah kita menghitung matriks pembanding, matriks normalisasi, matriks sintesis normalisasi, dan matriks keputusan. Selain dengan perhitungan matriks, ada juga software yang menyediakan suatu struktur efektif untuk pengambilan keputusan, yaitu sofware Expert Choice. Dengan menggunakan software tersebut memudahkan kita dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan persoalan.

1.1.3 Latar Belakang Inbound Logistics : Supplier Selection Process

Setiap perusahaan pasti memiliki moda transportasi untuk mendistribusikan produknya. Dalam mendistribusikan barang, moda transportasi harus melakukan pelayanannya ke titik tujuan layanan. Titik-titik tujuan layanan adalah tempat-tempat yang harus disinggahi oleh moda transportasi untuk dapat menyelesaikan tugasnya dalam suatu jaringan jarak tertentu.

Selain perusahaan manufaktur, perusahaan supplier juga memerlukan moda transportasi untuk mengirimkan bahan baku atau barang ke perusahaan manufaktur. Supplier dalam mengirimkan bahan baku tidak hanya ke satu perusahaan manufaktur, tetapi ke beberapa perusahaan yang letaknya tidak hanya di satu tempat. Untuk itulah perlu dibuat jaringan rute perjalanan dalam mengirimkan bahan baku tersebut agar lebih efisien dan mengurangi biaya pengiriman.

Untuk menyelesaikan masalah pengiriman bahan baku tersebut digunakan metode yang disebut dengan Travelling Salesman Problem (TSP). TSP adalah metode dalam menyelesaikan masalah pencarian perjalanan optimal bagi moda transportasi yang berkeliling mengunjungi tempat-tempat yang perlu disinggahi yang direncanakan dengan ketentuan setiap tempat hanya dikunjungi satu kali dan moda transportasi harus kembali ke tempat semula. Rute optimal adalah rute yang memberikan jarak, waktu, dan biaya total pengiriman terkecil.

Dalam menggunakan metode travelling salesman problem ini dibantu dengan software Logware. Software ini dapat membantu dalam menentukan rute-rute yang harus dilalui oleh suatu moda transportasi dalam setiap pengiriman barangnya agar jarak yang ditempuh tidak terlalu panjang, waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama, dan biaya pengiriman yang dikeluarkan hanya sedikit.

DOWNLOAD TULISAN SELENGKAPNYA SELENGKAPNYA DISINI!!




Jenis-jenis penelitian

Jenis-jenis penelitian Menurut Bidang Ilmu
• Bidang ilmu sosial
• Bidang ilmu eksakta
Beberapa Contoh jenis penelitian menurut bidang ilmu adalah:
• Studi Kelayakan
• Sistem Informasi
• Sistem Dinamik
• Sistem Produksi
• Penelitian Operational
• Komputer
• Tata Letak Fasilitas
• Dll

Jenis-jenis Menurut sifat masalah

1.Penelitian Historis (historical Research)
Penelitian historis bertujuan membuat rekontruksi masa lampau secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan,mengevaluasi,memferivikasi serta mensistensikan bukti-bukti untuk menegakkan fakta-fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.

Ciri-ciri penelitian historis:
• Lebih tergantung pada hasil observasi orang lain dan hasil sendiri
• Harus tertib,ketat,sistematis dan tuntas
• Tergantung pada data primer dan sekunder
• Dilakukan kritik eksternal dan internal untuk menentukan bobot data
• Mencari informasi dari sumber yang lebih luas

Beberapa contoh Penelitian Historis:
• Studi Tentang…

2. Penelitian Deskriptif (deskriptif Research)
Bertujuan untuk membuat pencandraan (deskripsi) secara sistematis,factual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.
Ciri-ciri Penelitian Deskriptif:
• Membuat pencandraan mengenai situasi atau kejadian
• Mencakup segala bentuk penelitian kecuali penelitian historis dan eksperimental
• Sering disebut sebagau penelitian survey, karena bertujuan untuk:

a) Mencari informasi factual yang mendetail dan mencandra gejala yang ada
b) Mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan jasifikasi keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung.
c) Membuat komparasi dan evaluasi
d) Mengetahui apa yang dikerjakan orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama.

Beberapa contoh Penelitian deskriptif:
• Survai pendapat mahasiswa tentang perubahan kurikulum jurusan TMI…

3. Penelitian Perkembangan

Tujuannya adalah untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu.

Ciri-ciri penelitian perkembangan...

• Memusatkan perhatian pada studi mengenal variable-variabel dan perkembangannya selama beberapa bulan atau tahun.
• Masalah sampling dalam smtudi Longitudinal adalah kompleks karena terbatasnya subyek yang dapat diikuti dalam waktu yang lama, sementara berbagai faktor mempengarui atrisi dalam studi longitudinal
• Studi cross-sectional biasanya meliputi subyek lebih banyak, tetapi mencandrafaktor-faktor pertumbuhan yang lebih sedikitm dari pada studi longitudinal : Pendekatan ini lebih cepat dan murah.
• Studi kecendrungan mempunyai kelemahan bahwa faktor-faktor yang tidak dapat diramalkan mungkin masuk dan memodifikasi atau membuat kecendrungan yang didasakan masa lampau menjadi tidak sah.

Beberapa contoh penelitian perkembangan:
• Studi tentang laju perubahan-perubahan teknologi telekomunikasi dan informasi...

4. Penelitian kasus dan lapangan (case study and field research)

Bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang kedaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu objek tertentu.

Ciri-ciri penelitian kasus dan lapangan:
• Memberikan gambaran yang lengkap dan terorganisasi dengan baik mengenai suatu objek.
• Cendrungan meneliti suatu objek yang kecil.
Beberapa kelebihan dan kelemahan penelitian kasus dan lapangan:
• Mampu memberikan informasi tentang latar belakang guna perencanaan
• Data hasil penemuan-penemuan dapat digeneralisir dengan statistic.
• Terbatas Represantatifnya
• Sangat peka terhadap subjektivitas
Beberapa contah penelitian kasus dan lapangan:
• Studi tentang JIT di perusahaan Toyota….






5. Penelitian Korelasi (Correlational Research)

Tujuannya adalah untuk mendeteksi sejauhmana variable-variabel dari suatu faktor berkaitan denganm variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan padam koefisien korelasi.

Ciri-ciri penelitian korelasional:
• Cocok dilakukan, bila variable-variabel penelitian rumit dan/atau tidak dapat dilakukan dengan memtode eksperimental atau tidak dapat dimanipulasi.
• Memungkinkan pengukuran beberapa variable dan saling berhubungan secara serentak dan keadaan realistiknya.
• Apa yang diperoleh adalah taraf atau tunggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adamnya hubungan tersebut.

Kelemahan-kelemahan penelitian korelational:
• Hasilnya cuam mengidentifikasi apa sejalan dengan apa, tidak harus menunjukan saling hubungan yang bersifat kausal.
• Jika dibandingkan denga penelitian eksperimental,penelitian korelational kurang tertib-ketat, karena kurang melakukan control terhadap variable-variabel bebas.
• Pola saling hubungan tersebut sering tidak menentu dan kabur.
Beberapa Contoh penelitian korelational:
• Studi tentang perusahaan sukses berdasarkan kemampu-labaan…

6. Penelitian Kausal-Komparatif (Causal-comparative research)

Bertujuan muntuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat berdasarkan atas pengamatan terhadapa akibat yang ada dan mencari faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.

Ciri-ciri Penelitian kausal-komparatif.
Bersifat ex-post facto, artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian berlalu. Peneliti mengambil satu atau lebih akibat dan menguji data itu dengan menelusuri masa lalu untuk mencari sebab, saling hubungan dan maknanya.

Beberapa contoh:
• Studi keberhasilan manajemen kota singapura…

7. Pemnelitian eksperimental Sungguhan (true-eksperimental Research)

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan satu atau lebih perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok control yang tak dikenal kondisi perlakuan.



Ciri-ciri penelitian eksperimental:
• Menurut pengaturan variable-variabel dan kondisi-kondisi eksperimental secara tertib-ketat, baik dengan control atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi
• Secara khas menggunakan kelompok control sebagai “garis dasar” untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenal perlakuan.
• Memusatkan perhatian pada pengontrolan varian
• Internal validity adalah tujuan pertama penelitian eksperimental
• Tujuan kedua penelitian eksperimental adalah external validity

Beberapa contoh penelitian eksperimental sungguhan
• Penelitian kondisi sistem kerja…

8. Penelitian Eksperimental- Semu (Quasi-eksperimental Research)
Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen sungguhan dalam keadaan yang tidak memungkinkan mengontrol dan/ atau memanipulasi semua variable yang relevan.

Contoh penelitian eksperimen semu;
• Penelitian untuk menilai keefektifan GKM dengan konsep insentif apa bila para pekerja secara sukarela menjalankan GKM.
9. Penelitian Tindakan (Action Research)
Penelitian tindakan bertujuan untk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru untuk memecahkan permasalahan dengan penerapan langsung di dunia kerja.

Ciri-ciri Penelitian Tindakan:
• Praktis
• Problem Solving
• Fleksibel dan adaptif
Beberapa contoh Penelitian tindakan:
• Studi Re-engginering di Pt..
• Studi pelatihan penanggulangan kebakaran abagi para pekerja di gedung bertingkat.

Praktikum teknik Industri MRP


"dibawah ini hanya dilampirkan bagian pendahuluan saja, untuk file praktikum selengkapnya silakan download di akhir tulisan"
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
1.1.1 Material Requirements Planning (MRP)
Beberapa produk tertentu mungkin terdiri dari beberapa subassemblies dan komponen, dimana setiap subassembly atau komponen tersebut mempunyai karakteristik yang unik seperti perbedaan lead time, safety stock dan gross requirement. Demikian juga dengan bahan mentah untuk memproduksi subassemblies dan komponen tersebut yang juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Masalah selanjutnya adalah Bagaimana mengatur perbedaan tersebut agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar.
Untuk mengatasi permasalahan yang telah dipaparkan diatas, kita membutuhkan suatu sistem perencanaan kebutuhan material (Material Requirements Planning) yang terintegrasi yang mampu menghasilkan informasi untuk mendukung aksi yang tepat, baik berupa pembatalan pesanan, pemesanan ulang, atau penjadwalan ulang.

1.1.2 Inventory Management
Manajemen persediaan adalah hal yang mendasar dalam sebuah industri manufaktur maupun industri lainnya. Pengaturan dan pengendalian persediaan yang baik, akan mendukung proses produksi dan juga menjadi kunci keberhasilan suatu perusahaan.
Namun kadangkala Pasokan dan kebutuhan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, untuk itu perusahaan harus bertumpu kepada persediaan material yang ada untuk menjamin kebutuhan dari konsumen. Untuk meminimasi biaya yang terkuras dalam penyimpanan persediaan tersebut, perusahaan harus menyesuaikan antara demand dan supply sehingga inventory dapat digunakan sebagaimana mestinya tanpa menjadi beban baru bagi..
perusahaan.

1.1.3 Distribution Requirement Planning (DRP)
Hal lainnya tak kalah penting dari suatu perusahaan manufaktur adalah
pendistribusian produk ke beberapa distribution center dimana masing-masing distribution center mempunyai kebutuhan yang berbeda beda.Kadang kala ada distribution center yang mengalami kelebihan inventory sehingga menambah biaya produksi. Untuk itulah DRP diperlukan dalam sebuah industri manufaktur.

DOWNLOAD LAPORAN SELENGKAPNYA DISINI

Praktikum Teknik Industri Peramalan

"dibawah ini adalah hanya bagian Pendahuluannya saja, untuk laporan lengkap silakan download di bagian akhir tulisan"


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
1.1.1 Peramalan produksi
Proses Produksi sangat erat kaitannya dengan peramalan, bagaimana tidak, pada setiap proses produksi kapasitas prosuksi harus disesuaikan dengan demand, tidak menjadi masalah ketika kita telah memiliki data actual demand, tapi apabila kita tidak mengetahui jumlah pasti demand, peramalan dapat dijadikan sebagai solusinya. Dengan Peramalan produksi pula kita dapat mengukur perubahan demand menjelang lead time sehingga dapat membantu menentukan jumlah safety stock dan menekan biaya inventory.
Sebaik-baiknya metode peramalan yang kita gunakan, pasti pada akhirnya peramalan yang kita gunakan akan memperoleh error, dimana error merupakan selisih antara actual demand dan forecast yang kita lakukan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan metode peramalan yang sesuai dengan tipe data, atau bila perlu kita dapat menggunakan beberapa metode dan teknik peramalan dalam peramalan produksi untuk memperoleh nilai error terkecil yang menunjukkan keakuratan peramalan kita lebih tinggi .

1.1.2 Rencana produksi agregat
Perencanaan yang matang perlu kita lakukan sebelum produksi dilakukan, hal ini bertujuan untuk memaksimalkan sumber daya yang kita miliki untuk menekan biaya produksi hingga seminimal mungkin. Tanpa suatu perencanaan yang matang, perusahaan tidak akan mampu menyerap fluktuasi demand yang terjadi sehingga cenderung terjadi penumpukan di gudang atau lost sales yang merugikan perusahaan.
Untuk menghindari membuat rencana item per item yang banyak memakan waktu, maka setiap item dari family yang...
sama diagregasikan terlebih dahulu untuk menyusun rencana produksi agregatnya. Suatu rencana produksi agregat akan menentukan tingkat tenaga kerja yang dibutuhkan, overtime, dan tingkat inventory dengan fungsi objektif untuk meminimasi biaya produksi. Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan diantaranya, tenaga kerja tetap, tenaga kerja berubah, mix strategy dan metode transportasi.

1.1.3 Disagregasi dan Master Production Scheduling (MPS)
Rencana produksi agregat yang telah dibuat terlebih dahulu, akan diimplementasikan sehingga dibutuhkan penjadwalan yang berupa jadwal induk produksi (Master Production Schedule). MPS ini akan memberikan output berupa Demand dari tiap end item, On hand dari end item, dan jadwal produksi untuk tiap-tiap end item.
Jumlah yang harus diproduksi merupakan jumlah untuk setiap item atau produk spesifik tertentu, maka hasil rencana produksi agregat harus didisagregasikan kembali untuk menyusun MPS dari masing-masing item.

DOWNLOAD LAPORAN SELENGKAPNYA DISINI

Segaptek itukah Dosen Widyatama?

Ada sesuatu yang menarik ketika menunggu pintu lift di salah satu gedung universitas widyatama, dari sejumlah pengumuman yang ditempel oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di dinding luar lift, ada satu pengumuman yang membuat perasaan campur aduk, sedih,bertanya-tanya,terpingkal-pingkal bercampur menjadi satu. Isi dari pengumuman tersebut kira-kira begini “Diberitahukan kepada seluruh dosen Universitas Widyatama, bahwa kami mahasiswa teknik informatika unversitas widyatama mengundang seluruh dosen universitas widyatama untuk mengikuti pelatihan internet meliputi: pembuatan blog dan email.yang akan dilaksanakan pada…bla bla bla….pendaftaran dapat dilakukan di ruang dosen luar biasa mulai hari ini …”dan seterusnya. Setelah membaca pengumuman itu hati ini bertanya, apa benar segaptek itukan dosen dosen widyatama ? Membuat sebuah e-mai lpun harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu? Pikiran selanjutnya apakah nantinya ada dosen yang mau mendaftar pelatihan ini atau tidak?. Pikiranku sempat terusik sejenak memikirkan pengumuman yang...
saya lihat tadi.
Tak ada asap apabila tak ada api, tak ada pelatihan email apabila semua dosen punya email, masalahnya apakah memang benar sebagian besar dosen widyatama tak memiliki email ataukan mahaiswa teknik informatika yang bertindak sebagai panitialah yang lancang dan tidak memperhitungkan sampai dimana kemampuan para dosen dalam ilmu internet.,atau mereka sebenarnya tidak tahu bahwa setip dosen otomatis telah diberi sebuah account email otomatis dari widyatama, sebagai contoh dosen yang bernama Jujun Junaedi,M.T. akan diberi email jujun.junaedi@widyatama.ac.id terlepas apakah setelah diberi email tersebut selanjutnya dipergunakan atau tidak. Sepengetahuan saya , di jurusan teknik industri, jurusan tempat saya menimba ilmu, 80% dosen-dosennya bisa dipastikan melibatkan internet dalam setiap perkuliahannya, entah itu mengirim tugas, memberikan slide persentasi kepada mahasiswa,mengambil bahan kuliah di website si dosen, berkomentar di blog dosen dll. Kalau mengambil contoh lebih ekstrim pun ada, salah satu dosen Teknik Industri widyatama merupakan mantan kepala IT widyatama yaitu Didit Damur Rochman,M.T. AKA Diditdr, beliau pun memiliki sebuah website yang berisi blog dan hasil jepretan kameranya yaitu www.diditdr.com, atau satu lagi dosen yang telah lama berkecimpung dalam dunia internet yaitu Boy Macklin,M.T. beliau pemilik situs www.onbuk.com dan sampai sekarang masih menjadi blogger teraktif di widyatama setahu saya dengan blognya macklin.onbuk.com. Sudah dipastikan apabila kedua dosen ini melihat atau membaca pengumuman tadi, minimal mereka akan tertawa dalam hati sambil berkata dalam hati juga “emang dosen widyatama segaptek itu gituh???”.

Investasi.ppt

File ini berisi tentang pengertian investasi, jenis-jenis investasi, bentuk-bentuk investasi, cara menanggulangi kegagalan dalam berinvestasi, pokoknya semua tentang investasi...
(diambil dari tugas analisis estimasi biaya, jurusan teknik industri widyatama)
silakan download dibawan ini!!

INVESTASI.PPT



Laporan Praktikum Perancangan Sistem kerja dan Ergonomi

Berawal dari sulitnya mendapat bahan tentang perancangan sistem kerja dan ergonomi di internet, maka datanglah ide untuk memposting laporan praktikum perancangan sistem kerja dan ergonomi milik saya , dengan harapan laporan praktikum ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang membutuhkannya, dibandingkan hanya menjadi arsip di komputer saja. tulisan dibawah posting ini merupakan bagian latar belakangnya saja, silahkan download file lengkapnya dengan mengklik link di bagian paling bawah tulisan, semoga bermanfaat.

1.1 Latar Belakang Masalah

1.1.1 Antropometri
Tak dapat dipungkiri bahwa kondisi suatu sistem kerja akan berdampak langsung kepada produktifitas para pekerja yang terlibat dalam sistem kerja tersebut. Semakin baik sistem kerja, maka.....

semakin tinggi produktifitas yang dihasilkan, begitu pula sebaliknya, semakin buruk suatu sistem kerja semakin merosot produktifitas yang dihasilkan. Sistem kerja dapat dinilai buruk ketika manusia yang menjadi elemen terpenting dalam suatu sistem kerja, adalah pihak yang berusaha menyesuikan diri dengan sistem kerja tersebut, tapi sebaliknya sistem kerja dapat dinilai baik ketika sistem kerjanyalah yang menyesuaikan dengan keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh manusia tersebut.
Untuk membuat suatu sistem yang baik, maka diperlukan ilmu-ilmu yang terkait, salah satunya adalah antropometri., antropomentri adalah ilmu pengetahuan yang menyangkut pengukuran tubuh manusia khususnya dimensi tubuh. Dari pengertian antropomentri diatas jelas bahwa konsentrasi antropometri lebih condong kepada penentuan dimensi dari sistem kerja yang akan dibuat, berdasarkan data-data dimensi tubuh pengguna sistem kerja yang dibuat nanti. Antropometri bertujuan agar sistem kerja yang dibuat selain meningkatkan produktifitas, juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna sistem kerja tersebut.Dari pemaparan diatas, jelas antopometri berperan vital dalam membuat sistem kerja yang memenuhi unsur enase, efektif, nyaman, aman, sehat dan efektif.

1.1.2 Biomekanika
Faktor kesehatan adalah faktor yang sangat penting dalam perancangan suatu sistem kerja, bahkan dibeberapa perusahaan , faktor kesehatan dan keselamatan kerja mendapat porsi yang sangat tinggi. Sistem kerja dapat dikatakan sehat apabila manusia yang menggunakan sistem kerja tersebut, terbebas dari ancaman cedera jangka pendek maupun cedera jangka panjang. Selain terbebas dari ancaman cedera jangka pendek atau jangka panjang, sitem kerja yang dibuat sedemikian rupa harus membuat manusia yang terlibat dalam sistem kerja tersebut terhidar dari rasa fatique, fatigue adalah suatu kelelahan yang terjadi pada syaraf dan otot-otot manusia sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Makin berat badan yang dikerjakan dan gerakan semakin tidak teratur, maka timbulnya fatigue akan lebih cepat. Timbulnya fatigue perlu dipelajari untuk menentukan tingkat kekuatan otot manusia, sehingga kerja yang akan dilakukan atau dibebankan dapat disesuaikan dengan kemampuan otot tersebut.
Sebagian besar cedera yang didapat oleh pekerja diakibatkan aktifitas pengangkutan, untuk mengetahui apakah proses pengangkutan tersebut aman atau berbahaya,dapat dihitung dengan perhitungan RWL (Recommended Weight Limit) dan juga LI (Lifting Index). Untuk menghitung RWL, diperlukan sejumlah data diantaranya yang nantinya disesuaikan denga nilai dalam tabel. Setelah RWL didapat, langkah selanjutnya adalah menghitung LI, apabila hasil yang didapatkan dari perhitungan LI ini melebihi angka 3 maka pekerjaan tersebut tidak direkomendasikan untuk dilakukan, sebaliknya apabila dari perhitunga LI didapat nilai kurang dari 3, berarti pekerjaan tersebut aman untuk dilakukan.

1.1.3 Fisiologi dan Display
Merancang sistem kerja yang baik berarti merancang suatu sistem kerja menjamin kesehatan para pengguna sistem tersebut, tidak hanya kesehatan tubuh bagian luar saja yang perlu diperhatikan, kesehatan tubuh bagian dalam pun harus menjadi perhatian yang cukup besar. Untuk itulah ilmu fisiologi dibutuhkan untuk merancang suatu sistem kerja yang tidak hanya aman bagi kesehatan tubuh bagian luar, tetapi juga aman bagi bagian tubuh bagian dalam.
Pada dasarnya suatu sistem kerja ingin memudahkan setiap penggunanya dalam menggunakan sistem kerja terebut, untuk memudahkan dalam penggunaaan sistem tersebut salah satunya diperlukan ilmu tentang Display. Display secara sederhana dapat didefinisikan tanda-tanda yang memudahkan manusia dalam menggunakan sistem kerja tersebut. Display yang baik adalah display yang dapat memberikan penjelasan sebaik mungkin dan tidak ambigu.
DOWNLOAD LAPORAN PRAKTIKUM SELENGKAPNYA.

Contoh perhitungan RWL dan LI

Recomendaton weight limit (RWL) dan lifting index (LI) secara sederhananya digunakan sebagai salah satu cara menganalisis apakah kegiatan pengangkutan masih dianggap aman untuk dilakukan atau sebaliknya, apakah kegiatan tersebut tidak direkomendasikan untuk dilakukan karena apabila terus dilakukan, akan menyebabkan cedera dalam jangka pendek atau panjang. Untuk menghitung RWL dibutuhkan beberapa data yang pada nantinya digunakan untuk menentukan nilai dalam tabel, data-data itu diantaranya jarak vertikal dan horizontal dari barang yang diangkat ke tubuh kita, berat benda, jarak pengangkutan, posisi mengambil barang, frekuensi pengangkatan, lama pengangkatan, tingkat kenyamanan handle.
Persamaan untuk mencari RWL adalah:

RWL=LcxHMxVNxDNxAMxCMxPM

Untuk menentukan nilai Lc,HM,VM,DN dst...digunakan tabel yang nilainya tergantung dari data-data yang didapat dari kasus yang diteliti.

Sedangkan untuk mencari LI dihitung dengan persamaan:
LI=berat benda/RWL
apabila nilai LI lebih besar dari 3..maka pekerjaan tersebut tidak direkomendasikan untuk dilakukan, namun apabila harga LI kurang dari 3, maka pekerjaan tersebut aman untuk dilakukan.

Untuk penjelasan lebih terperinci,dibawah akan disediakan contoh perhitungan RWL dan LI untuk contoh kasus pengangkutan galon isi ulang, file akan dilampirkan dalam bentuk persentasi power point , silahkan download melalui link dibawah ini,semoga bermanfaat.

DOWNLOAD CONTOH SOAL