Tampilkan postingan dengan label unek-unek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unek-unek. Tampilkan semua postingan
Website PINDAD Kehabisan Bandwidth!!
Siapa jadi Korban,Siapa jadi Pemenang
Jika Anda pernah menumpang bus ekonomi Bandung-Sukabumi, keberadaan pedagang asongan mungkin sudah biasa anda jumpai, jangankan di bus ekonomi, bus sekelas PATAS pun penjual asongan hilir mudik dengan leluasanya. Satu diantara pedagang asongan yang mengadu peruntungannya di dalam bus adalah si penjual jeruk. Jika Anda terbiasa menumpang bus ekonomi khususnya jurusan Bandung-Sukabumi, Anda mungkin sudah tak asing dengan pedagang yang satu ini, juga taka sing dengan strategi penjualannya yang terbilang cerdik.Tapi sebaliknya jika Anda pertama kali menemukan penjual jeruk ini, bersiaplah untuk menahan diri Anda karena,strategi si penjual jeruk ini terbilang licin dan cerdik, bukan tidak mungkin Anda menjadi “korban” selanjutnya.Pawai Samen dan Strategi Marketing
Ketika duduk santai menikmati acara televisi di ruang tengah, suara gemuruh yang asing lambat laun terdengar mengeras di perumahan yang biasanya tenang ini. Penasaran apa yang sebenarnya terjadi,kuintip lewat jendela dan ternyata sesuatu yang membawaku kemasa bocah dulu. Ya,pawai kenaikan kelas sekolah pengajian atau biasa disebut samen melintas lengkap dengan iringan drumband yang membuat iring-iringan semakin terlihat meriah. Tidak hanya sampai disitu, bak ingin menyaingi festifal kostum di brazil, kostum-kostum aneh nan nyeleneh pun ditampilkan. Mulai dari kostum banci, topeng monyet, kostum ala sunan, dan biasanya pasangan penganten lengkap dengan hulubalangnya tak ketinggalan ditampilkan. Tak hanya semua santri yang ikut pawai, seluruh keluarga santri biasanya tak ingin melewatkan momen yang hanya terjadi setahun sekali ini, tak ayal kemacetan tak bisa dihindari karena praktis iring-iringan samen hampir menutupi separuh badan jalan.Samen sebenarnya adalah tradisi syukuran pelepasan para santri yang “diwisuda” setelah menuntut ilmu selama 6 tahun di suatu madrasah,acaranya tak hanya pawai keliling kampung saja tetapi mulai pagi hingga malam hari, “kebolehan” para santri dipertunjukkan sampai akhirnya toga disematkan kepada santri yang lulus. namun kadangkala samen juga terlihat dijadikan ajang persaingan antar madrasah, indikasi ini tidak terlihat secara vulgar, namun kesan yang terlihat memang begitu, semakin ramai samen suatu madrasah, maka semakin ramai juga calon santri yang akan mendaftar, ringkasnya samen tak hanya dijadikan “pesta” kelulusan saja, namun strategi marketing ada di balik semuanya itu. Tapi tentunya apapun yang ada dibalik pawai samen ini, kita berharap tradisi ini selayaknya dipertahankan, agar kelak anak cucu kita mengalami pengalaman menyenangkan menikmati meriahnya samen ini, klise memang, tapi itulah yang pribadi saya harapkan atau mungkin Anda juga?.
Awas Bahaya Es Cingcau
Cincau (Cyclea barbata ) yang sering kita temui di tukang-tukang es keliling ataupun es campur ternyata tak hanya memiliki sejuta manfaat, tetapi ternyata juga memiliki banyak keburukan bagi tubuh kita. Banyak dari kita yang sudah mengetahui manfaat olahan daun cincau ,selain konon berkhasiat untuk mengobati sembelit, diare,kembung, panas dalam, penuruh tekanan darah, ternyata panganan yang kaya serat dan rendah kalori ini pula dapat mencegah munculnya penyakit kangker, karena ternyata cincau mengandung alkaloid bisbenzilsokuinolin dan S,S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada ginjal, tak hanya senyawa lain seperti isokandrodendrin yang dipercaya mampu mencegah sel tumor ganas.Tapi sedikit diantara kita yang mengetahu jika sebenarnya cincau akan sangat....
Pempek Termahal Sepanjang Hayat
“a..nanti nitip pempek di depan pom bensin Jl.Dipati ukur ya..cuma seribuan da…” kata-kata itu terlontar oleh pacar saya yang minta dibawakan pempek ketika percakapan lewat telepon malam hari sebelumnya, tanpa ragu saya iyakan permintaannya, dalam pikiran saya harganya cuma seribuan , paling apes habis 20 ribuan, pikirku.Singkat cerita, esoknya sehabis selesai mengurus mutasi motor di SAMSAT, saya langsung mencari lokasi pempek di depan pom besin Dipati Ukur. Sepanjang jalan kutelusuri perlahan, sekitar pom bensin saya lihat sekilas, tak ada toko pempek yang nampak, saya terus
melaju menjauhi pom bensin itu karena teringat pernah dapat info ada pempek yang enak namun letaknya tak di depan pom bensin,tapi masih di jalan yang sama, mungkin tempat itu yang pacar saya maksud.Tak jauh dari sana, terlihat display yang bertuliskan PEMPEK PAK Rxxxx (maaf saya tidak berani menyebutkan) dengan percaya diri, saya yakin tempat ini yang pacar saya maksud. Langsung saja saya parkirkan motor di depan tokonya, agak kaget juga ketika..
lihat interior tokonya tak menggambarkan pempek yang saya pikir seribuan itu. Tanpa banyak basa basi, langsung saya pesan pempeknya “mas, pempeknya dibungkus ..kapal selam 4, lenjer 4 , yang kecil ini 3, yang itu 3, ga usah digoreng ya” ga ada persaan aneh sampai akhirnya saya melihat harga yang tertera dibawah masing masing jenis pempeknya yang ternyata jauh dari perkiraan saya. Harga satu pempek kapal selam Rp10.000, lenjer Rp6000, pempek kecil Rp.3500. saya sempat syok melihat harga yang jauh dari perkiraan, yang saya pikir hanya 1000an..oh tidakkkkkkkkkk…saya menjerit dalam hati. Untungnya baru ngambil cash, jadi sedikit agak lega, dengan langkah yang berat, kaki ini melangkah ke tempat kasir, si mbak kasir bermain main dengan kalkulatornya, benar saja Rp.85000 harus saya bayar..dengan sangat menyesal akhirnya saya bayar juga.
Perasaaan campur aduk terasa di sepanjang jalan pulang, kesel pasti…tapi mau apa lagi sudah terjadi,saran dari saya jika melakukan pekerjaan hendaknya dilakukan secara hati-hati, jangan terburu-buru dan tergesa-gesa, dapatkan informasi selengkap-lengkapnya jangan sepotong-sepotong dan yang terakhir,lakukan secara ikhlas.
Yang Baru di Universitas Widyatama
Menjelang tahun ajaran baru 2009/2010 universitas widyatama, kampusku tercinta nampaknya tak mau ketinggalan mencuri hati para calon mahasiswa dengan terus membenahi dan memperbaharui fasilitas di Universitas Widyatama ini. Setelah tahun ajaran sebelumnya membangun “Pustaloka” yang dipergunakan untuk ruang perpustakaan dan ruang kelas, tahun ini gebrakan yang tak kalah hebatnya adalah pembangunan bangunan yang mereka sebut L’Arc d’Academia.L’Arc d’Academia yang berarti gerbang akademik, adalah sebuah main hall yang cukup megah, terletak di pintu gerbang “gedung c” atau jika kita pertama kali masuk ke kampus ini, main hall ini akan tampak begitu gagah seakan menyihir para pengunjung untuk menatapnya beberapa saat. Tidak bisa dipungkiri pembangunan main hall ini sebagai upaya untuk memberikan kesan mewah,megah,elegan yang pada akhirnya akan memberikan value added bagi kampus ini. mungkin juga pembangunan ini sebagai strategi marketing yang lagi-lagi untuk menjaring calon mahasiswa baru.
Yang menarik dari main hal ini adalah berdirinya fosil batang pohon yang konon hidup di zaman Pliocene kira-kira 1-5 juta tahun lalu, fosil yang bernama lokal sempur dilenna sp. ini berbobot 1670kg ditemukan di kawasan lebak, provinsi Banten. Tujuan disimpannya fosil tepat di pintu gerbang utama ini mungkin sebagai symbol bahwa, semakin lama unversitas ini berdiri, semakin kokoh universitas ini sebagai universitas yang diperhitungkan di kancah pendidikan nasional maupun internasional.
Fasilitas lainnya yang baru-baru ini dipersiapkan adalah food court atau pujasera yang terletak di lantai dasar gedung B, atau gedung berlantai 6 yang terlihat menjulang paling tinggi di lingkungan kampus ini. Keberadaan food court ini tentunya disambut hangat oleh seluruh civitas akademica universitas widyatama. Bagaimanapun ketersediaan makanan dan minuman yang bersih,sehat dan terjangkau sangat diinginkan oleh mahasiswa maupun karyawan di universitas widyatama ini. Food court inilah yang mencoba menjawab kebutuhan civitas akademica dalam kebutuhan makanan dan
minuman yang bersih,sehat,lezat dan terjangkau.
Fasilitas lainnya yang diperbaiki adalah Wall climbing yang seluruh papannya diganti. Tentunya perbaikan fasilitas wall climbing ini disambut gembira para anggota bramatala, UKM pecinta alam yang beberapa waktu lalu sempat terpukul karena salah satu anggotanya meninggal di kawasan gunung. Walaupun belum sepenuhnya rampung, namun wall climbing yang diberi cat warnya kuning cukup membuat pemandangan yang beda, kita tunggu saja inovasi,pembangunan,pembaharuan lainnya yang dilakukan kampus tercinta ini, viva widyatama!!.

Yang menarik dari main hal ini adalah berdirinya fosil batang pohon yang konon hidup di zaman Pliocene kira-kira 1-5 juta tahun lalu, fosil yang bernama lokal sempur dilenna sp. ini berbobot 1670kg ditemukan di kawasan lebak, provinsi Banten. Tujuan disimpannya fosil tepat di pintu gerbang utama ini mungkin sebagai symbol bahwa, semakin lama unversitas ini berdiri, semakin kokoh universitas ini sebagai universitas yang diperhitungkan di kancah pendidikan nasional maupun internasional.
Fasilitas lainnya yang baru-baru ini dipersiapkan adalah food court atau pujasera yang terletak di lantai dasar gedung B, atau gedung berlantai 6 yang terlihat menjulang paling tinggi di lingkungan kampus ini. Keberadaan food court ini tentunya disambut hangat oleh seluruh civitas akademica universitas widyatama. Bagaimanapun ketersediaan makanan dan minuman yang bersih,sehat dan terjangkau sangat diinginkan oleh mahasiswa maupun karyawan di universitas widyatama ini. Food court inilah yang mencoba menjawab kebutuhan civitas akademica dalam kebutuhan makanan dan
minuman yang bersih,sehat,lezat dan terjangkau.Fasilitas lainnya yang diperbaiki adalah Wall climbing yang seluruh papannya diganti. Tentunya perbaikan fasilitas wall climbing ini disambut gembira para anggota bramatala, UKM pecinta alam yang beberapa waktu lalu sempat terpukul karena salah satu anggotanya meninggal di kawasan gunung. Walaupun belum sepenuhnya rampung, namun wall climbing yang diberi cat warnya kuning cukup membuat pemandangan yang beda, kita tunggu saja inovasi,pembangunan,pembaharuan lainnya yang dilakukan kampus tercinta ini, viva widyatama!!.
Akhirnya Template ini yang kupilih
Setelah sekian lama mencari..mencari dan mencari...akhirnya template idamanku akhirnya kutemukan jua...ya, template adaptasi dari wordpress ini tersembunyi di http://themelib.com/..warnanya yang netral, 3 column, tampak bergitu elegan namun tetap menunjukan kegarangannya..hahahaha...template ini sebenarnya sudah masuk 75% kriteria yang saya inginkan, namun saya sudah kepalang jatuh cinta dengan..template yang awalnya diciptakan oleh http://www.briangardner.com/. Terima kasih juga buat o-om.com atas artikel artikelnya yang sangat membantu hingga blog ini tampil lebih cantik, thank o-om and themelib.com!!!.
Segaptek itukah Dosen Widyatama?
Ada sesuatu yang menarik ketika menunggu pintu lift di salah satu gedung universitas widyatama, dari sejumlah pengumuman yang ditempel oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di dinding luar lift, ada satu pengumuman yang membuat perasaan campur aduk, sedih,bertanya-tanya,terpingkal-pingkal bercampur menjadi satu. Isi dari pengumuman tersebut kira-kira begini “Diberitahukan kepada seluruh dosen Universitas Widyatama, bahwa kami mahasiswa teknik informatika unversitas widyatama mengundang seluruh dosen universitas widyatama untuk mengikuti pelatihan internet meliputi: pembuatan blog dan email.yang akan dilaksanakan pada…bla bla bla….pendaftaran dapat dilakukan di ruang dosen luar biasa mulai hari ini …”dan seterusnya. Setelah membaca pengumuman itu hati ini bertanya, apa benar segaptek itukan dosen dosen widyatama ? Membuat sebuah e-mai lpun harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu? Pikiran selanjutnya apakah nantinya ada dosen yang mau mendaftar pelatihan ini atau tidak?. Pikiranku sempat terusik sejenak memikirkan pengumuman yang...Tak ada asap apabila tak ada api, tak ada pelatihan email apabila semua dosen punya email, masalahnya apakah memang benar sebagian besar dosen widyatama tak memiliki email ataukan mahaiswa teknik informatika yang bertindak sebagai panitialah yang lancang dan tidak memperhitungkan sampai dimana kemampuan para dosen dalam ilmu internet.,atau mereka sebenarnya tidak tahu bahwa setip dosen otomatis telah diberi sebuah account email otomatis dari widyatama, sebagai contoh dosen yang bernama Jujun Junaedi,M.T. akan diberi email jujun.junaedi@widyatama.ac.id terlepas apakah setelah diberi email tersebut selanjutnya dipergunakan atau tidak. Sepengetahuan saya , di jurusan teknik industri, jurusan tempat saya menimba ilmu, 80% dosen-dosennya bisa dipastikan melibatkan internet dalam setiap perkuliahannya, entah itu mengirim tugas, memberikan slide persentasi kepada mahasiswa,mengambil bahan kuliah di website si dosen, berkomentar di blog dosen dll. Kalau mengambil contoh lebih ekstrim pun ada, salah satu dosen Teknik Industri widyatama merupakan mantan kepala IT widyatama yaitu Didit Damur Rochman,M.T. AKA Diditdr, beliau pun memiliki sebuah website yang berisi blog dan hasil jepretan kameranya yaitu www.diditdr.com, atau satu lagi dosen yang telah lama berkecimpung dalam dunia internet yaitu Boy Macklin,M.T. beliau pemilik situs www.onbuk.com dan sampai sekarang masih menjadi blogger teraktif di widyatama setahu saya dengan blognya macklin.onbuk.com. Sudah dipastikan apabila kedua dosen ini melihat atau membaca pengumuman tadi, minimal mereka akan tertawa dalam hati sambil berkata dalam hati juga “emang dosen widyatama segaptek itu gituh???”.
Yang Tersisa di Griya Pahlawan
Tulisan ini sebenarnya lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang kebijakan yang dibuat griya pahlawan untuk memutus seluruh colokan listrik di area food courtnya, apabila berkenan silakan baca juga tulisan sebelumnya disini.Secara kasat mata, akibat dari kebijakan griya pahlawan memutus aliran listrik yang digunakan pengunjung food court untuk ber hotspot , ternyata secara langsung berdampak kepada berkurangnya pengunjung food court pahlawan , minimal para hotspoter (kita bilang saja begitu) yang dulunya betah berlama lama nongkrong, (walupun memang tak tahu waktu) sebagian kini tak tampak lagi batang hidungnya . sekarang hanya terlihat beberapa hotspoter yang setia nongkrong di food court walaupun hanya satujam-an saja karena...
kapasitas baterai laptop yang terbatas.
Apabila di tulisan saya sebelumnya ditulis hanya tinggal satu lagi colokan listrik yang tersisa, itu memang benar adanya tapi tak lama setelah tulisan tersebut di posting, ternyata colokan yang tinggal satu-satunya itu akhirnya ikut diputus juga aliran listriknya , sempat frustasi juga sih dan pasti temen2 hotspoter juga rada-rada frustasi juga …, bagaimanapun griya pahlawan sejauh ini jadi tempat yang paling dekat dengan kosan saya untuk mendapat koneksi internet gratis, malah bisa dibilang bisa jadi kosan kedua saya. Tapi beberapa hari tak ada lagi colokan yang tersisa di griya pahlawan, tiba-tiba terlihat seseorang yang lagi hotspotan dengan wajah sumringah mencolokan kabel adaptor lapotopnya ke salah satu colokan, tapi lokasi colokannya persis di tengah food court, jadi pertimbangannya kalau mau memakai colokan tersebut, silakan pesan makanan terlebih dahulu, kecuali anda bermuka tebal,tak tahu malu dan tak tahu diri. itulah kira-kira pesan yang tersirat dari pihak griya pahlawan yang bisa tertangkap.
Memang kausal , tidak ada asap apabila tidak ada api, kebijakan pihak Griya Pahlawan memang tak bisa sepenuhnya disalahkan, kitalah para hotspoter yang harusnya intropeksi diri, coba hotspoter jawab dengan jujur dalam hati ..apakah ketika anda hotspotan sambil mencolokan listrik laptop anda berjam-jam, anda sembari memesan minuman atau makanan?pasti sebagaian besar menjawab tidak memesan apapun kan !!!, ya pantas saja pihak griya bertindak demikian karena memang para hotspoter jenis ini berkembang sangat cepat sehingga pengunjung yang benar-benar memesan, kadangkala tak kebagian tempat duduk dikarenakan hotspoter jenis ini yang memakan banyak tempat duduk. Tapi pihak food Court Griya agaknya boleh berkaca kepada pihak dago plaza, sejauh ini yang saya tahu, dago plaza lah yang paling loyal kepada para hotspoter dalam menyediakan tempat colokan listriknya, malah disediakan tempat khusus. Tak masalah bagi pihak dago plaza para hotspoter tersebut tak memesan makanan atau minuman, karena pihak dago plaza beranggapan bahwa diantara segelintir orang yang tak tahu malu, masih banyak orang yang masih memilki rasa malu seperti saya , dan dago plaza tak munafik, disamping menyediakan colokan-colokan listrik, dago plazapun memasang semacan pengumuman/display yang menganjurkan untuk memasang makanan.so…jadi tempat mana yang Anda pilih untuk berhotspot ria? Semuanya terserah anda.
Premium menghilang di awal tahun 2009
Awal tahun baru idealnnya harapan-harapan , perbaikan, dan cita cita di 12 bulan berikutnya masih hangat-hangatnya untuk diwujudkan, Namun tidak untuk Pertamina, bukannya meningkatkan pelayanan bagi konsumennya, di awal tahun 2009 ini Pertamina malah membuat kecewa konsumen-konsumennya dengan dibuat langkanya premium dan bahan bakar lain di pasaran. Langkanya Premium terlihat jelas di SPBU sepanjang Bogor hingga Sukabumi, beberapa SPBU di kawasan Bandung pun terlihat memasang tanda BENSIN KOSONG di depan SPBUnya, Tak ayal langkanya premium ini membuat..
beberapa konsumen jengkel, karena tak berhasil menemukan setetes bensinpun walaupun telah berkeliling ke beberapa SPBU.
Kelangkaan Premium di Awal Tahun 2009 ini ditengarai akibat dari pergantian Sistem, entah sistem apa, namun nampaknya sistem routing mobil pengangkut minyak ke SPBU lah yang nampaknya tengah dikaji ulang. Sebagaimana kita tahu, mobil mobil yang biasa mengangkut 5000 literan bensin ke SPBU-SPBU, bukanlah milik pertamina, pihak swastalah yang memiliki mobil-mobil angkut tadi, namun pertamina berkuasa penuh kepada pemberian routing sheet kepada mobil-mobil tadi, karena sebelumnya pihak luarlah yang mengatur routing dan jumlah mobil yang dibutuhkan untuk membawa bensin ke SPBU termasuk kepada controlingnya, dan akhirnya sistem tersebut ditinggalkan karena dianggap tidak efisien dan mungkin digantikan oleh sistem sekarang yang aplikasinya entah seperti apa.
Namun hari berikutnya, SPBU-SPBU kembali beroprasi secara normal, tak ada lagi SPBU yang tutup ataupun mengklaim kehabisan bensin lagi, pasokan bersin kembali lancar tak lagi terlihat kejengkelan para pengendara kendaraan peribadi yang berkerut dahi di depan SPBU.Dari kejadian ini seharusnya Pertamina berkaca dan terpecut untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, tentunya bekerja sama dengan para pemilik SPBU dan stakeholder untuk mementingkan kebutuhan rakyat yang sangat bergantung dengan keberadaan bahan bakar ini.
Gaza Kembali dibombardir Israel
Saran Untuk Ginandjar Daradjat Calon DPR RI
Pemilu 2009 sudah semakin dekat, para caleg dari berbagai partai berlomba-lomba untuk memperkenalkan dirinya dengan bermacam-macam cara, ada yang beriklan di televisi, radio, media cetak, membuat spanduk di jalan-jalan, menempelkan selebaran-selebaran, bakti sosial, talk show dan lainnya, yang jelas semuanya berlomba mencuri hati rakyat yang terlihat masih bimbang untuk menentukan pilihannya pada Pemilu nanti. Sah-sah saja memang ,para caleg memperkenalkan dirinya kepada masyarakat, namun...., apakah cara mereka memperkenalkan dirinya masih berada dalam koridor norma kesopanan? dan melindungi hak-hak masyarakat itu sendiri?. Berawal ketika pulang kampung untuk liburan akhir tahun, mata ini bukannya disuguhkan suasana kota yang asri, malah disuguhkan pemandangan yang kurang menyedapkan oleh banner-bann
er para caleg yang terpampang ramai di setiap sudut kota Sukabumi. Namun yang sangat menyita perhatian adalah selebaran caleg DPR RI dari partai amanat nasional, Ginandjar Daradjat. Selebaran beliau terpampang sangat liar di setiap sudut kota, sebagian ditempeli di pinggir jalan, kotak pos,tempat sampah, rumah warga, tiang listrik dan tempat-tempat strategis lainnya. Sekeliling pusat kota hampir telah ditempeli selebaran-selebaran beliau. Masih dapat sedikit ditoleransi apabila bentuknya berupa spanduk kain, yang apabila telah selesai masa kampanye, bisa diturunkan sengan mudah, tapi media selebaran kertas yang ditempeli di dinding-dinding kota sangat sulit untuk dihilangkan, dan akan membawa kesan kumuh. Sayamurni bukan dari kalangan partai, apalagi partai pesaing, bukan dari LSM, lembaga pemerintah atau apapun, saya hanyalah warga Sukabumi yang prihatin dengan kondisi lingkungan kota kelahiran saya yang terlihat kumuh dengan selebaran yang ditempelkan oleh tim sukses bapak Ginandjar Daradjat. Memang bukan dari pihak beliau saja yang menempelkan dan memasang spanduk-spanduk kampanye tersebut, namun dengan mata telanjang, selebaran Ginandjar Daradjatlah yang terlihat sangat mendominasi. Coba bayangkan apabila, tempat tinggal kita yang baru saja dibangun, dicat sangat indah tiba-tiba ada orang dari luar yang menempel spanduk didepan rumah kita tanpa meminta ijin atau memberikan konpensasi apapun, Apa perasaan kita? Kesal dan marah tentunya. Itulah yang mungkin dirasakan oleh sebagian warga sukabumi yang sedikit terusik oleh kampanye negative seperti ini. Masih banyak rasanya media-media lain yang lebih elegan sebagai sarana untuk berkampanye, sehingga rakyat nantinya akan bersimpati bukan malah anti pati.
yakin, pihak pemerintah kota Sukabumi tak mungkin buta melihat kotanya gencar dijadikan media yang sangat murah bagi bapak ibu calon wakil rakyat, pasti ada semacan kesepakatan yang terjalin sehingga caleg seakan lancar menjalankan aksinya. Namun saya sangat yakin, bapak Ginandjar Daradjat adalah calon legislatif yang berpendidikan dan bijaksana, begitupun dengan tim sukses dari bapak Ginandjar Daradjat yang masih memiliki norma-norma kesopanan sehingga bertindak lebih tepat untuk waktu yang akan datang. Sekali lagi tulisan ini tidak bermaksud untuk menjatuhkan dan mendeskriditkan pihak manapun, tulisan ini murni jeritan hati salah satu warga Sukabumi atas apa yang terjadi di kota tercintanya. Semoga lewat tulisan ini, semua pihak dapat berintropeksi agar pemilu 2009 nanti dapat berjalan aman,lancar dan tidak ada satupun pihak yang dirugikan, amin.
TV ONE ,Metro TV dan Indosiar
Dunia pertelevisian tak ayal adalah salah satu bisnis yang sangat menggiurkan, beratus-ratus perusahaan siap untuk memngiklankan produknya pada media televisi ini, harga sekali iklanpun sangat menggiurkan, ratusan-juta rupiah untuk beberapa detiknya. Namun para pengiklan tak serta merta asal memilih tempat dimana dia mengiklankan produknya, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan sebelumnya, salah satunya yaitu berapa banyak pemirsa yang menonton saluran televise tersebut, semakinm banyak maka semakin baik namun harga untuk mengiklan akan melambunmg tinggi. Untuk itulah stasiun-stasiun televise di Indonesia berlomba-lomba untuk menarik pemirsa dengan bermacam-macam tema dama acara yang ditawarkan. Salah satu stasiun tv yang akhir-akhit ini menyita pemirsa adalah.......
tv one yang menyuguhkan tema News dan sport.
Sebelum tv one ada, metro tv emang tak tergoyahkan untuk stasiun televisi bergenre news, tapi ketika dating stasiun televisi tv one yang dulunya bernama lativi, semuanya jadi sedikit bergeser, metro tv yang dulu seakan nyaman dengan posisinya sebagai saluran televise news no 1 di Indonesia, sekarang mulai terancam dengan kedatangan tv one. Tv one yang memadukan antara news, sport dan sedikit entertaintment nyatanya lebih menarik pemirsa untuk menonton,khususnya program berita dan talk show. format berita yang lugas, tidak kaku, dinamis dan membawa ide-ide baru agaknya menjadi senjata utama tv one untuk menyodok metro yang sekarang mulai mengambil langkah antisipasi . Kesan persaingan antara kedua televisi ini terlihat dari klaim tentang saluran televisi rekanan pemilu, tv one mengambil tema TV pemilu, sedangkan metro mengambil tajuk the election channel.
Metro tv yang seakan terlihat membawa sebuah nama partai besar, agaknya harus sedikit berputar otak untuk membendung laju dari tv one ini, sedangkan tv one nampaknya akan semakin mengokohkan dirinya sebagai pendatang paling mengancam, ya..mengancam dengan ide-ide yang nyatanya sangat diterima oleh pemirsa televisi di Indonesia juga karena kenetralan dan penyampaian berita secara proporsional.
Berbanding terbalik dengan Tv one yang semakin menanjak dengan program-program news yang dikemas santai, Indosiar, salah satu televisi swasta di Indonesia yang awalnya mencuri perhatian pertelevisian di Indonesia, agaknya sekarang harus berbenah, Indosiar seakan kehilangan arah, apakah ingin mengedepankan entertainment?,News ataukah sport….klise, indosiar lebih banyak diisi dengan sinetron-sinetron penuh effek yang sebagian orang amat membencinya dan mengolok-olokny. Namun Indosiar seakan ditolong dengan acara kontes pencarian bakat yang durasinya bisa sampai seperempat hari! lebih spesifiknya ditolong oleh eko patrio, ruben dan ivan gunawan, ketiga orang inilah yang sedikit mengangkat kembali Indosiar yang dulu sempat sangat berjaya disaat saya masih bocah dengan program Dragon Balz dan PESTA pentas sejuta aksi, acara entertaintmen musik terpopuler saat itu.
Nampaknya Indosiar harus banyak belajar dengan TV one, Tv one tidak serta merta langsung menjadi seperti sekarang, ada siklus dimana lativi yang merupakan cikal bakal tv-one dipandang sebelah mata oleh sebagian pemirsa tv, sama seperti Indosiar sekarang, Lativi dulu seakan tak memiliki arah, entah ingin fokus kemana, salah satu program yang mungkin paling banyak ditonton di stasiu tv tersebut hanyalah KONAK, komedi nakal. Berkat KONAK ini, Lativi sempat dicap sebagai stasiun tv mesum yang tak elegan(oleh saya sendiri), namun setelah manajemen dirubah secara total dan mendapat kucuran dana yang melimpah dari investor di Negara tetangga akhirnya lativi berhasil bermetamorfosis menjadi tv-one, stasiun tv indonesia yang satu-satunya memiliki ikon, bang one.
SMA 3 Sukabumi Dalam Kenangan
Sma 3 Sukabumi bisa dibilang Sma Negeri terbaik di kota Sukabumi, hampir semua lulusan smp di Sukabumi bercita-cita untuk masuk ke sekolah favorit itu, saya cukup beruntung masuk sma 3 Sukabumi tanpa bantuan siapapun, artinya saya masuk murni tanpa kongkalingkong, atau apapun namanya itu. Ketika itu tahun 2006, dengan semangat yang menggebu-gebu sayapun memulai hari pertama belajar di sma, namun.........ketika hari pertama masuk sekolah kita masih memakai seragam smp, hal ini dikarenakan pihak sekolah terlambat memberikan seragam dengan alasan belum jadi, sepengamatan saya ini berlangsung tiap tahun, sudah menjadi kebiasaan murid baru ketika hari pertama belajar masih memakai seragam smp, begitu pula dengan seragam olahraga, lebih parahnya lagi, seragam olah raga baru dibagikan seminggu kemudian.
Sekolah pavorit, bukan berarti lingkungan sekolah terbebas dari murid-murid bermental preman, ketika tahun pertama , sumbangan kerap kali datang tanpa diundang, yang anehnya gegedud dari oknum murid itu seakan kebal dari pihak sekolah, menurut kabar yang berhembus oknum murid tersebut memberikan sumbangan terbesar kepada sekolah, jadi pihak sekolah menganak emaskan si oknum murid tadi.tahun pertama jadi tahun yang cukup berat bagi kami, yang seakan gerak-gerak kami dibatasi oleh senioritas para kakak kelas.
Tahun kedua di sma 3 Sukabumi seperti awal dari berjuta kenangan yang tak terlupakan selama masa sma, ketika tahun kedua yang merupakan tahun penjurusan, saya ditempatkan bersama teman-teman yang kompak, repuplik ipa tilu AKA REPTIL. Tak hanya mendapat teman-teman yang extra ordinary, kita pun diahadiai wali kelas yang sangat dicintai oleh kita, pak Yadi. Tahun pertama bersama anak-anak Reptil seperti masih terasa meraba-raba, kita masih belum menunjukan karakter asli kita masing-masing, walaupun begitu study tour ke Jogjakarta membuat REPTIL menjadi lebih solid.
Menjelang tahun ketiga di SMA 3 atau tahun kedua bersama REPTIL, kita sedikit bersedih karena salah satu keluarga besar reptile harus pergi, ketika itu WD mendapat beasiswa 1 tahun ke Amerika. Di tahun inilah sebenarnya kebersamaan itu benar-benat terbentuk, pondasi kebersamaan kita semakin kuat akumulasi dari sedih dan suka bersama.
Klimaks kebersamaanpun datang ketika UJIAN NASIONAL digelar, kita saling mensuport satu sama lain, berbagi jawaban, tak ada yang mementingkan diri sendiri yang kita pentingkan saat itu adalah bagaimana kita bisa lulus bersama dan mencicipi puncak kesuksesan kita di sma 3 sukabumi ini.
Setelah melewati tertawa,menangis,gembira,sedih,bersama…akhirnya kita ditakdirkan lulus dari sma 3 sukabumi, tertawa dan tangis bahagia bercampur menjadi satu di hari perpisahan , namun semuanya tak memutuskan persahabatan dan kebersamaan kita, ini akan berlangsung selamanya dan tak akan ada yang memisahkan kita kecuali kematian . seperti yang dinyatakan salah satu teman kami,”sejujurnya keberuntungan sebenarnya masuk sma 3 Sukabumi bukan karena sma 3 adalah sekolah paling favorit melainkan karena bertemu dengan teman-teman di ipa 3”.
Griya Pahlawan akhirnya bertindak
Namun berbeda dengan griya pahlawan, di sana kita bisa.....
menemukan 6 colokan listrik yang nganggur, tempatnya yang tidak terlalu ramai jugalah yang menjadikan griya pahlawan sebagai tempat favorit bagi para hotspoters. Awalnya pengunjung yang memanfaatkan fasilitas hotspot gratis ini masih bisa dihitung dengan jari, sehingga sayapun hampir selalu kebagian colokan listriknya, colokan listrik bagi laptop saya sangat penting, baterainya yang sudah renta hanya kuat 1 jam, sedangkan biasanya saya on-line bisa sampai 2 jam lebih, itulah yang mengakibatkan colokan listrik di area hotspot sangat vital,bagi orang yang bernasib sama dengan saya.
Namun akhir-akhir ini, seiring dengan membanjirnya laptop di pasaran, membuat pengguna fasilitas free hotspot di griya pahlawanpun naik signifikan, biasanya dapat dihitung dengan jari, sekarang hampir tak bisa dihitung dengan jari lagi. Naiknya pengguna layanan hotspot ini berdampak kepada saya pribadi, saya tidak selalu mendapat colokan listrik ketika datang, terkadang harus menunggu orang selesai terlebih dahulu, jikalau saya datang dan mendapatkan colokan listrik kosong, seperti mendapat durian runtuh, senangnya bukan main. Tidak sebandingnya jumlah colokan listik dan pengguna hotspot, menjadikan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memutar otak untuk mendapatkan sumber listrik, tak jarang mereka (termasuk saya) membawa terminal sendiri, jadi satu colokan listrik bisa dipakai beberapa laptop.
Fenomena satu lobang untuk bersama ternyata mendapat respon dari griya pahlawan yang cukup mengejutkan bagi kami sang pengguna fasilitas hotspot, beberapa waktu yang lalu pihak pengelola gedung griya pahlawan memutus semua aliran listrik ke semua colokan yang ada di are hotspot, pihak griya pahlawan nanpaknya merasa dirugikan dengan pemakaian listrik secara bersama-sama oleh pengguna fasilitas hotspot, hal ini dapat dimaklumi, karena memang kedatangan para hotspoters tersenut bukan untuk berbelanja makanan atau jajan di arena foodcourt, tapi memang menghususkan untuk ber hotspot saja, tak jarang pengunjung yang benar-benar jajan malah tak kebagian kursi. Saya tak bisa menyalahkan siapa-siapa dari kejadian ini, yang jelas akibat pemutusan aliran ke colokan listrik tersebut, pengguna hotspotpun turun drastis, kini seperti dulu lagi, hanya bisa dihitung dengan jari.
Profesionalisme Karyawan Universitas Widyatama Dipertanyakan
Tulisan ini ádalah refleksi dari puncak kekesalan saya sebagai mahasiswa widyatama yang diperlakukan tidak sama dengan mahasiswa lainnya terlepas sengaja atau tidak sengaja mereka melakukannya.
Berawal ketika perwalian dengan dosen wali, saya dan 5 orang teman saya yang bernasib sama seperti saya, ber IPK 3 kebawah, sedikit merayu dosen wali saya untuk mengambil 21 sks, padahal aturannya untuk mahasiswa yang hanya mempunyai IPK kurang dari 3 hanya boleh mengambil 20 sks, tapi berkaca dari pengalaman sebelumnya, mahasiswa boleh saja mengambil 21 sks dengan seijin dosen wali. Singkat cerita ke 5 orang teman saya termasuk saya akhirnya diberikan..............
21 sks oleh dosen wali, tapi perjalanan masih panjang, formular registrasi harus mendapat persetujuan akademik dan administrasi,disinilah cerita sebenarnya dimulai.
Setelah mendapat tanda tangan dosen wali, kita ber 6 akhirnya menuju ke bagian akademik untuk meminta cap,namun di bagian akademik kita dipersulit, kita tidak mendapat persetujuan untuk mengambil 21 sks, dengan alasan IPK kita dibawah 3, boleh mengambil 21 sks asalkan ada praktikum yang diambil dan minimal berbobot 1 sks sedangkan mata kuliah yang kita ambil praktikumnya 0 sks. Akhirnya kita ver 6 menunda registrasi, dan berencana registrasi di gedung serba guna (GSG) berbarengan dengan fakultas lain, dengan harapan kita bisa mengambil 21 sks.
Hari regsitrasi tiba, kita akhirnya berbarengan untuk registrasi ke GSG, untuk prosedur registrasi di GSG, kita akan melewati 3 antrean, antrean pertama yang memeriksa jumlah sks yang diambil, antrean kedua memeriksa pembayaran,dan antrean ke 3 memasukan mata kuliah yang kita ambil ke komputer. di antrean pertama ada 3 karyawan yang melayani, kita menyebar dan menghindari karyawan akademik yang kita temui sebelumnya,saya memilih karyawan yang masih keliatan muda, dan sebagian teman lain memilih ke petugas wanita satunya. Saya duduk tepat berada di belakang teman saya, teman saya yang diperiksa terlebih dahulu akhirnya hanya diperbolehkan mengambil 19 sks, saya akhirnya pasrah saja dan memang sayapun akhirnya hanya diijinkan mengambil 19 sks, tetapi,teman saya yang lainnya yang memilih karyawan yang berbeda, berhasil lolos dan mengambil 21 sks, awalnya memang petugas itu menanyakan kenapa mengambil 21sks, padahal ipk teman saya kurang dari 3, teman saya menjawab “kan itu ada praktikumnya bu”, si ibupun percaya padahal praktikum yang kita ambil berbobot 0 sks, akhirnya teman saya tersebut mendapat jatah 21 sks. awalnya saya ingin komplain, Namun saya mengurungkannya karena terkesan saya dengki dengan teman saya itu.
Ternyata keteledoran karyawan widyatama tidak sampai disitu saja, dari keenam teman saya, yang hanya 1 yang disetujui mengambil 21 sks, ternyata pada bagian antran terakhir, yaitu untuk memasukan mata kuliah yang diambil ke komputer yang telah disetujui bagaian akademik, satu teman saya yang awalnya hanya disetujui 19 sks di bagian akademik (antrian ke 1) berhasil mendapatkan 21 sks, kenapa demikian? Ketika memasukan kode-kode mata kuliahnya ke komputer, ternyata operator tadi tidak melihat 1 matakuliah yang telah dicoret oleh bagian akademik tadi, teman saya yang disuruh memeriksa apakah sudah benar, hanya menganngguk saja dengan perasaan senang dalam hatinya, akhirnya diapun mendapat 21 sks.
Kesimpulannya, dari ke 5 teman saya yang sama-sama ber ipk kurang dari 3, dua diantaranya lolos mengambil 21 sks,dan 3 lainnya hanya 19 sks termasuk saya. Hal ini patut disayangkan, mungkin kasus seperti ini tidak hanya menimpa teman2 saya saja..tapi mungkin puluhan mahasiswa lainnya yang diuntungkan dan dirugikan, untuk itulah saya menghimbau kepada para segenap karyawan universitas widyatama agar meningkatkan keprofesionalitas-annya dalam bekerja, agar hal-hal seperti ini dapat dihindari di masa waktu yang akan datang.
mereka membunuh orang indonesia di tv
mungkin judul diatas membuat kita sedikit bertanya-tanya? memang sedikit klise ketika kita akan membahas topik ini, Industri televisi memang menuntut para "pemain" yang ada dibaliknya berpenampilan menarik dan enak untuk dilihat, tapi seakan telah terjadi pergeseran ketika kecantikan dan ketampanan dimata kebanyakan mata orang indonesa lebih condong "kebaratbaratan", hal ini nampak ketika kita lihat wajah-wajah ditelevisi kita lebih didominasi oleh muka-muka "indo". Mulai dari iklan, sinetron, komedi, gosip dan filem, kita dapat dengan mudah melihat muka putih bersih berambut coklat dan berhidung mancung. Bukan salah "mereka" ketika "mereka" lebih diberi kesempatan untuk tampil, tapi demand dari penonton juga lah yang menunjukkan "mereka" sebenarnya diundang untuk berbondong-bondong masuk ke dunia pertelevisian kita.
lalu bagaimana nasib pemain lokal?
dari sekilas pengamatan yang saya lakukan, ternyata orang2 lokal yang sukses di tv lebih menonjolkan "keburuk rupaan mereka" dan "kebodohan mereka" di hadapan mata-mata pemirsa, setidaknya 2 variabel itulah yang sangat kuat ada saat ini. selain 2 variabel diatas, pemain lokal kita ternyata harus mempunyai paket yang lengkap untuk bisa bersaing di tv, smart,good looking,talented,kharismatik, itulah setidaknya sarat2 yang harus ada untuk para pemain lokal kita. Berbeda dengan "mereka" yang mungkin hanya cukup memenuhi beberapa kriteria saja untuk bisa bersaing di tv.
apakah "mereka" bersalah?
TIDAK!, yang perlu diubah adalah paradigma masyarakat ketika memandang suatu hal. SEKALI LAGI, "mereka" berdatangan karena kita yang mengundang, yang perlu dilakukan adalah memandang "mereka" sama dengan kita dan jangan sekali kali menempatkan mereka diatas kita!.
efek buruk ketika kita menempatkan mereka diatas kita adalah akan berubahnya diri kita menjadi orang lain secara perlahan karena mereka menjadi acuan ketika seseorang dianggap "cantik atau ganteng", jadilah diri sendiri saudaraku!
lalu bagaimana nasib pemain lokal?
dari sekilas pengamatan yang saya lakukan, ternyata orang2 lokal yang sukses di tv lebih menonjolkan "keburuk rupaan mereka" dan "kebodohan mereka" di hadapan mata-mata pemirsa, setidaknya 2 variabel itulah yang sangat kuat ada saat ini. selain 2 variabel diatas, pemain lokal kita ternyata harus mempunyai paket yang lengkap untuk bisa bersaing di tv, smart,good looking,talented,kharismatik, itulah setidaknya sarat2 yang harus ada untuk para pemain lokal kita. Berbeda dengan "mereka" yang mungkin hanya cukup memenuhi beberapa kriteria saja untuk bisa bersaing di tv.
apakah "mereka" bersalah?
TIDAK!, yang perlu diubah adalah paradigma masyarakat ketika memandang suatu hal. SEKALI LAGI, "mereka" berdatangan karena kita yang mengundang, yang perlu dilakukan adalah memandang "mereka" sama dengan kita dan jangan sekali kali menempatkan mereka diatas kita!.
efek buruk ketika kita menempatkan mereka diatas kita adalah akan berubahnya diri kita menjadi orang lain secara perlahan karena mereka menjadi acuan ketika seseorang dianggap "cantik atau ganteng", jadilah diri sendiri saudaraku!
Langganan:
Postingan (Atom)