Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Pempek Termahal Sepanjang Hayat

“a..nanti nitip pempek di depan pom bensin Jl.Dipati ukur ya..cuma seribuan da…” kata-kata itu terlontar oleh pacar saya yang minta dibawakan pempek ketika percakapan lewat telepon malam hari sebelumnya, tanpa ragu saya iyakan permintaannya, dalam pikiran saya harganya cuma seribuan , paling apes habis 20 ribuan, pikirku.
Singkat cerita, esoknya sehabis selesai mengurus mutasi motor di SAMSAT, saya langsung mencari lokasi pempek di depan pom besin Dipati Ukur. Sepanjang jalan kutelusuri perlahan, sekitar pom bensin saya lihat sekilas, tak ada toko pempek yang nampak, saya terus melaju menjauhi pom bensin itu karena teringat pernah dapat info ada pempek yang enak namun letaknya tak di depan pom bensin,tapi masih di jalan yang sama, mungkin tempat itu yang pacar saya maksud.
Tak jauh dari sana, terlihat display yang bertuliskan PEMPEK PAK Rxxxx (maaf saya tidak berani menyebutkan) dengan percaya diri, saya yakin tempat ini yang pacar saya maksud. Langsung saja saya parkirkan motor di depan tokonya, agak kaget juga ketika..
lihat interior tokonya tak menggambarkan pempek yang saya pikir seribuan itu. Tanpa banyak basa basi, langsung saya pesan pempeknya “mas, pempeknya dibungkus ..kapal selam 4, lenjer 4 , yang kecil ini 3, yang itu 3, ga usah digoreng ya” ga ada persaan aneh sampai akhirnya saya melihat harga yang tertera dibawah masing masing jenis pempeknya yang ternyata jauh dari perkiraan saya. Harga satu pempek kapal selam Rp10.000, lenjer Rp6000, pempek kecil Rp.3500. saya sempat syok melihat harga yang jauh dari perkiraan, yang saya pikir hanya 1000an..oh tidakkkkkkkkkk…saya menjerit dalam hati. Untungnya baru ngambil cash, jadi sedikit agak lega, dengan langkah yang berat, kaki ini melangkah ke tempat kasir, si mbak kasir bermain main dengan kalkulatornya, benar saja Rp.85000 harus saya bayar..dengan sangat menyesal akhirnya saya bayar juga.
Perasaaan campur aduk terasa di sepanjang jalan pulang, kesel pasti…tapi mau apa lagi sudah terjadi,saran dari saya jika melakukan pekerjaan hendaknya dilakukan secara hati-hati, jangan terburu-buru dan tergesa-gesa, dapatkan informasi selengkap-lengkapnya jangan sepotong-sepotong dan yang terakhir,lakukan secara ikhlas.

Yang Baru di Universitas Widyatama

Menjelang tahun ajaran baru 2009/2010 universitas widyatama, kampusku tercinta nampaknya tak mau ketinggalan mencuri hati para calon mahasiswa dengan terus membenahi dan memperbaharui fasilitas di Universitas Widyatama ini. Setelah tahun ajaran sebelumnya membangun “Pustaloka” yang dipergunakan untuk ruang perpustakaan dan ruang kelas, tahun ini gebrakan yang tak kalah hebatnya adalah pembangunan bangunan yang mereka sebut L’Arc d’Academia.
L’Arc d’Academia yang berarti gerbang akademik, adalah sebuah main hall yang cukup megah, terletak di pintu gerbang “gedung c” atau jika kita pertama kali masuk ke kampus ini, main hall ini akan tampak begitu gagah seakan menyihir para pengunjung untuk menatapnya beberapa saat. Tidak bisa dipungkiri pembangunan main hall ini sebagai upaya untuk memberikan kesan mewah,megah,elegan yang pada akhirnya akan memberikan value added bagi kampus ini. mungkin juga pembangunan ini sebagai strategi marketing yang lagi-lagi untuk menjaring calon mahasiswa baru.
Yang menarik dari main hal ini adalah berdirinya fosil batang pohon yang konon hidup di zaman Pliocene kira-kira 1-5 juta tahun lalu, fosil yang bernama lokal sempur dilenna sp. ini berbobot 1670kg ditemukan di kawasan lebak, provinsi Banten. Tujuan disimpannya fosil tepat di pintu gerbang utama ini mungkin sebagai symbol bahwa, semakin lama unversitas ini berdiri, semakin kokoh universitas ini sebagai universitas yang diperhitungkan di kancah pendidikan nasional maupun internasional.
Fasilitas lainnya yang baru-baru ini dipersiapkan adalah food court atau pujasera yang terletak di lantai dasar gedung B, atau gedung berlantai 6 yang terlihat menjulang paling tinggi di lingkungan kampus ini. Keberadaan food court ini tentunya disambut hangat oleh seluruh civitas akademica universitas widyatama. Bagaimanapun ketersediaan makanan dan minuman yang bersih,sehat dan terjangkau sangat diinginkan oleh mahasiswa maupun karyawan di universitas widyatama ini. Food court inilah yang mencoba menjawab kebutuhan civitas akademica dalam kebutuhan makanan dan minuman yang bersih,sehat,lezat dan terjangkau.
Fasilitas lainnya yang diperbaiki adalah Wall climbing yang seluruh papannya diganti. Tentunya perbaikan fasilitas wall climbing ini disambut gembira para anggota bramatala, UKM pecinta alam yang beberapa waktu lalu sempat terpukul karena salah satu anggotanya meninggal di kawasan gunung. Walaupun belum sepenuhnya rampung, namun wall climbing yang diberi cat warnya kuning cukup membuat pemandangan yang beda, kita tunggu saja inovasi,pembangunan,pembaharuan lainnya yang dilakukan kampus tercinta ini, viva widyatama!!.

RAN Live in Gasibu Bandung

Sedikit gerimis hujan yang turun tak menyurutkan ratusan muda mudi bandung untuk menghabiskan malam minggunya di gasibu Bandung. Tak seperti biasanya, wanita bandung yang terkenal gareulis , modis n' beuki cicis, kini mendominasi gasibu yang biasanya didominasi oleh remaja pria yang berdandan nyeleneh.
Ternyata yang menjadi magnet cewe2 yang sinarieun datang adalah boy band asal jakarta RAN, mamang bukan menjadi rahasia lagi bila Band yang beranggotan 3 pemuda ini digilai oleh wanita-wanita terutama remaja tanggung, entah karena wajah personelnya yang imut, ataukah musiknya yang nyambung sama telinga cw, ataukah yang lainnya.
Sepanjang pertunjukan berlangsung wanitalah yang seakan histeris melihat 2 orang vocalisnya mencoba berinteraksi dengan penonton, namun reaksi sebaliknya mungkin timbul dari para cowo sejati yang sedikit cemburu dengan tingkah pacarnya yang berlebihan, mereun..
Setelah membawakan belasan lagu termasuk single terbarunya , akhirnya RAN menutup pertunjukan dengan lagu pamungkasnya, pandangan pertama, lagu ini adalah single pertama yang membuat mereka dipuja-puja wanita remaja seperti sekarang inim, tak ayal lagu yang sudah familiar di telinga para muda mudi ini, mereka nyayikan dengan lancar mungin lebih lancar daripada membaca teks pembukaan undang-undang dasar hehe. Setelah RAN selesai, semua wanitapun tampak meninggalkan gasibu padahal pengisi acara selanjutnya adalah ozeng percusion, namun mereka tak perduli, hanya RUN yang mereka nanti, merekapun bergiliran meninggalkan area panggung, hanya segelintir saja yang tersisa.

Segaptek itukah Dosen Widyatama?

Ada sesuatu yang menarik ketika menunggu pintu lift di salah satu gedung universitas widyatama, dari sejumlah pengumuman yang ditempel oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di dinding luar lift, ada satu pengumuman yang membuat perasaan campur aduk, sedih,bertanya-tanya,terpingkal-pingkal bercampur menjadi satu. Isi dari pengumuman tersebut kira-kira begini “Diberitahukan kepada seluruh dosen Universitas Widyatama, bahwa kami mahasiswa teknik informatika unversitas widyatama mengundang seluruh dosen universitas widyatama untuk mengikuti pelatihan internet meliputi: pembuatan blog dan email.yang akan dilaksanakan pada…bla bla bla….pendaftaran dapat dilakukan di ruang dosen luar biasa mulai hari ini …”dan seterusnya. Setelah membaca pengumuman itu hati ini bertanya, apa benar segaptek itukan dosen dosen widyatama ? Membuat sebuah e-mai lpun harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu? Pikiran selanjutnya apakah nantinya ada dosen yang mau mendaftar pelatihan ini atau tidak?. Pikiranku sempat terusik sejenak memikirkan pengumuman yang...
saya lihat tadi.
Tak ada asap apabila tak ada api, tak ada pelatihan email apabila semua dosen punya email, masalahnya apakah memang benar sebagian besar dosen widyatama tak memiliki email ataukan mahaiswa teknik informatika yang bertindak sebagai panitialah yang lancang dan tidak memperhitungkan sampai dimana kemampuan para dosen dalam ilmu internet.,atau mereka sebenarnya tidak tahu bahwa setip dosen otomatis telah diberi sebuah account email otomatis dari widyatama, sebagai contoh dosen yang bernama Jujun Junaedi,M.T. akan diberi email jujun.junaedi@widyatama.ac.id terlepas apakah setelah diberi email tersebut selanjutnya dipergunakan atau tidak. Sepengetahuan saya , di jurusan teknik industri, jurusan tempat saya menimba ilmu, 80% dosen-dosennya bisa dipastikan melibatkan internet dalam setiap perkuliahannya, entah itu mengirim tugas, memberikan slide persentasi kepada mahasiswa,mengambil bahan kuliah di website si dosen, berkomentar di blog dosen dll. Kalau mengambil contoh lebih ekstrim pun ada, salah satu dosen Teknik Industri widyatama merupakan mantan kepala IT widyatama yaitu Didit Damur Rochman,M.T. AKA Diditdr, beliau pun memiliki sebuah website yang berisi blog dan hasil jepretan kameranya yaitu www.diditdr.com, atau satu lagi dosen yang telah lama berkecimpung dalam dunia internet yaitu Boy Macklin,M.T. beliau pemilik situs www.onbuk.com dan sampai sekarang masih menjadi blogger teraktif di widyatama setahu saya dengan blognya macklin.onbuk.com. Sudah dipastikan apabila kedua dosen ini melihat atau membaca pengumuman tadi, minimal mereka akan tertawa dalam hati sambil berkata dalam hati juga “emang dosen widyatama segaptek itu gituh???”.

Yang Tersisa di Griya Pahlawan

Tulisan ini sebenarnya lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang kebijakan yang dibuat griya pahlawan untuk memutus seluruh colokan listrik di area food courtnya, apabila berkenan silakan baca juga tulisan sebelumnya disini.
Secara kasat mata, akibat dari kebijakan griya pahlawan memutus aliran listrik yang digunakan pengunjung food court untuk ber hotspot , ternyata secara langsung berdampak kepada berkurangnya pengunjung food court pahlawan , minimal para hotspoter (kita bilang saja begitu) yang dulunya betah berlama lama nongkrong, (walupun memang tak tahu waktu) sebagian kini tak tampak lagi batang hidungnya . sekarang hanya terlihat beberapa hotspoter yang setia nongkrong di food court walaupun hanya satujam-an saja karena...
kapasitas baterai laptop yang terbatas.
Apabila di tulisan saya sebelumnya ditulis hanya tinggal satu lagi colokan listrik yang tersisa, itu memang benar adanya tapi tak lama setelah tulisan tersebut di posting, ternyata colokan yang tinggal satu-satunya itu akhirnya ikut diputus juga aliran listriknya , sempat frustasi juga sih dan pasti temen2 hotspoter juga rada-rada frustasi juga …, bagaimanapun griya pahlawan sejauh ini jadi tempat yang paling dekat dengan kosan saya untuk mendapat koneksi internet gratis, malah bisa dibilang bisa jadi kosan kedua saya. Tapi beberapa hari tak ada lagi colokan yang tersisa di griya pahlawan, tiba-tiba terlihat seseorang yang lagi hotspotan dengan wajah sumringah mencolokan kabel adaptor lapotopnya ke salah satu colokan, tapi lokasi colokannya persis di tengah food court, jadi pertimbangannya kalau mau memakai colokan tersebut, silakan pesan makanan terlebih dahulu, kecuali anda bermuka tebal,tak tahu malu dan tak tahu diri. itulah kira-kira pesan yang tersirat dari pihak griya pahlawan yang bisa tertangkap.
Memang kausal , tidak ada asap apabila tidak ada api, kebijakan pihak Griya Pahlawan memang tak bisa sepenuhnya disalahkan, kitalah para hotspoter yang harusnya intropeksi diri, coba hotspoter jawab dengan jujur dalam hati ..apakah ketika anda hotspotan sambil mencolokan listrik laptop anda berjam-jam, anda sembari memesan minuman atau makanan?pasti sebagaian besar menjawab tidak memesan apapun kan !!!, ya pantas saja pihak griya bertindak demikian karena memang para hotspoter jenis ini berkembang sangat cepat sehingga pengunjung yang benar-benar memesan, kadangkala tak kebagian tempat duduk dikarenakan hotspoter jenis ini yang memakan banyak tempat duduk. Tapi pihak food Court Griya agaknya boleh berkaca kepada pihak dago plaza, sejauh ini yang saya tahu, dago plaza lah yang paling loyal kepada para hotspoter dalam menyediakan tempat colokan listriknya, malah disediakan tempat khusus. Tak masalah bagi pihak dago plaza para hotspoter tersebut tak memesan makanan atau minuman, karena pihak dago plaza beranggapan bahwa diantara segelintir orang yang tak tahu malu, masih banyak orang yang masih memilki rasa malu seperti saya , dan dago plaza tak munafik, disamping menyediakan colokan-colokan listrik, dago plazapun memasang semacan pengumuman/display yang menganjurkan untuk memasang makanan.so…jadi tempat mana yang Anda pilih untuk berhotspot ria? Semuanya terserah anda.

Premium menghilang di awal tahun 2009


Awal tahun baru idealnnya harapan-harapan , perbaikan, dan cita cita di 12 bulan berikutnya masih hangat-hangatnya untuk diwujudkan, Namun tidak untuk Pertamina, bukannya meningkatkan pelayanan bagi konsumennya, di awal tahun 2009 ini Pertamina malah membuat kecewa konsumen-konsumennya dengan dibuat langkanya premium dan bahan bakar lain di pasaran. Langkanya Premium terlihat jelas di SPBU sepanjang Bogor hingga Sukabumi, beberapa SPBU di kawasan Bandung pun terlihat memasang tanda BENSIN KOSONG di depan SPBUnya, Tak ayal langkanya premium ini membuat..

beberapa konsumen jengkel, karena tak berhasil menemukan setetes bensinpun walaupun telah berkeliling ke beberapa SPBU.
Kelangkaan Premium di Awal Tahun 2009 ini ditengarai akibat dari pergantian Sistem, entah sistem apa, namun nampaknya sistem routing mobil pengangkut minyak ke SPBU lah yang nampaknya tengah dikaji ulang. Sebagaimana kita tahu, mobil mobil yang biasa mengangkut 5000 literan bensin ke SPBU-SPBU, bukanlah milik pertamina, pihak swastalah yang memiliki mobil-mob
il angkut tadi, namun pertamina berkuasa penuh kepada pemberian routing sheet kepada mobil-mobil tadi, karena sebelumnya pihak luarlah yang mengatur routing dan jumlah mobil yang dibutuhkan untuk membawa bensin ke SPBU termasuk kepada controlingnya, dan akhirnya sistem tersebut ditinggalkan karena dianggap tidak efisien dan mungkin digantikan oleh sistem sekarang yang aplikasinya entah seperti apa.
Namun hari berikutnya, SPBU-SPBU kembali beroprasi secara normal, tak ada lagi SPBU yang tutup ataupun mengklaim
kehabisan bensin lagi, pasokan bersin kembali lancar tak lagi terlihat kejengkelan para pengendara kendaraan peribadi yang berkerut dahi di depan SPBU.Dari kejadian ini seharusnya Pertamina berkaca dan terpecut untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, tentunya bekerja sama dengan para pemilik SPBU dan stakeholder untuk mementingkan kebutuhan rakyat yang sangat bergantung dengan keberadaan bahan bakar ini.