Tampilkan postingan dengan label universitas widyatama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label universitas widyatama. Tampilkan semua postingan

Gerobak baso itu akhirnya disingkirkan

Apa yang saya sebut "gerobak bakso" adalah sebuah tempat untuk bertransaksi tiket parkir sepeda motor di area parkir universitas widyatama. Jika sebelumnya para pengguna sepeda motor di kampus ini sedikit “dikagetkan” dengan kedatangan sesuatu yang mirip gerobak bakso, ternyata gerobak itu tak berumur lama, entah karena alasan apa ‘gerobak bakso’ yang sempat beberapa waktu dipergunakan, sekarang teronggok tak berguna di salah satu sudut area parkir widyatama.

Beberapa waktu lalu saya sempat menulis tentang fenomena kedatangan “gerobak bakso” disini, tapi yang menarik sekarang adalah kenapa gerobak bakso itu hanya digunakan sebentar saja? Mengapa sekarang disimpan seolah-olah tak berharga?. Dugaan saya, yang menyebabkan gerobak bakso tak diperkenankan dipakai adalah..
ketidaksetujuan pegawai penjaga tiket yang tidak berkenan dengan kedatangan “gerobak bakso” ini, hal ini diperkuat ketika gerobak bakso ini baru datang dan saya ambil fotonya, beberapa pegawai bergumam “alus a, teu satuju urangmah, ngewa lah” kira-kira seperti itu. Yang saya tangkap dari perkataan itu adalah ketidaksetujuan pegawai atas keberadaan ‘gerobak bakso’ yang sebenarnya bertujuan untuk memperbaiki system perparkiran motor di widyatama yang jujur saya katakan ketinggalan zaman.

Entah ada musyawarah antara pihak kampus sebagai pembuat kebijakan dengan pegawai penjaga parkir atau tidak, yang jelas pengadaan “gerobak bakso” yang sebenarnya berjumlah 2 unit ini nyatanya sekarang sia-sia saja. Untuk itu hendaknya kejadian ini dijadikan pelajaran bagi kita semua bahwa dalam pengambilan keputusan, hendaknya seluruh pihak yang terkait ikut dilibatkan, pikirkan masak-masak apakah keputusan yang nantinya diambil akan menguntungkan seluruh pihak atau tidak, jangan memaksakan ego dan kepentingan kita sendiri, pikirkanlah secara matang, apalagi ini berhubungan dengan kepentingan public, so..kita lihat saja perbaikan system parkir widyatama selanjutnya.

Yang Baru di Universitas Widyatama

Menjelang tahun ajaran baru 2009/2010 universitas widyatama, kampusku tercinta nampaknya tak mau ketinggalan mencuri hati para calon mahasiswa dengan terus membenahi dan memperbaharui fasilitas di Universitas Widyatama ini. Setelah tahun ajaran sebelumnya membangun “Pustaloka” yang dipergunakan untuk ruang perpustakaan dan ruang kelas, tahun ini gebrakan yang tak kalah hebatnya adalah pembangunan bangunan yang mereka sebut L’Arc d’Academia.
L’Arc d’Academia yang berarti gerbang akademik, adalah sebuah main hall yang cukup megah, terletak di pintu gerbang “gedung c” atau jika kita pertama kali masuk ke kampus ini, main hall ini akan tampak begitu gagah seakan menyihir para pengunjung untuk menatapnya beberapa saat. Tidak bisa dipungkiri pembangunan main hall ini sebagai upaya untuk memberikan kesan mewah,megah,elegan yang pada akhirnya akan memberikan value added bagi kampus ini. mungkin juga pembangunan ini sebagai strategi marketing yang lagi-lagi untuk menjaring calon mahasiswa baru.
Yang menarik dari main hal ini adalah berdirinya fosil batang pohon yang konon hidup di zaman Pliocene kira-kira 1-5 juta tahun lalu, fosil yang bernama lokal sempur dilenna sp. ini berbobot 1670kg ditemukan di kawasan lebak, provinsi Banten. Tujuan disimpannya fosil tepat di pintu gerbang utama ini mungkin sebagai symbol bahwa, semakin lama unversitas ini berdiri, semakin kokoh universitas ini sebagai universitas yang diperhitungkan di kancah pendidikan nasional maupun internasional.
Fasilitas lainnya yang baru-baru ini dipersiapkan adalah food court atau pujasera yang terletak di lantai dasar gedung B, atau gedung berlantai 6 yang terlihat menjulang paling tinggi di lingkungan kampus ini. Keberadaan food court ini tentunya disambut hangat oleh seluruh civitas akademica universitas widyatama. Bagaimanapun ketersediaan makanan dan minuman yang bersih,sehat dan terjangkau sangat diinginkan oleh mahasiswa maupun karyawan di universitas widyatama ini. Food court inilah yang mencoba menjawab kebutuhan civitas akademica dalam kebutuhan makanan dan minuman yang bersih,sehat,lezat dan terjangkau.
Fasilitas lainnya yang diperbaiki adalah Wall climbing yang seluruh papannya diganti. Tentunya perbaikan fasilitas wall climbing ini disambut gembira para anggota bramatala, UKM pecinta alam yang beberapa waktu lalu sempat terpukul karena salah satu anggotanya meninggal di kawasan gunung. Walaupun belum sepenuhnya rampung, namun wall climbing yang diberi cat warnya kuning cukup membuat pemandangan yang beda, kita tunggu saja inovasi,pembangunan,pembaharuan lainnya yang dilakukan kampus tercinta ini, viva widyatama!!.

Praktikum Teknik Industri Decision Support System

“dibawah ini adalah bagian pendahuluannya saja, laporan lengkap silakan download di akhir tulisan”

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktikum

1.1.1 Latar Belakang Proses Penyusunan Arsitektur Hirarki

Dalam kehidupan selalu saja timbul persoalan, baik itu persoalan pribadi, organisasi, perusahaan, dan sebagainya. Dalam setiap persoalan tersebut pasti ada jalan keluarnya, namun apakah jalan keluarnya tersebut memperbaiki persoalan tersebut atau malah sebaliknya. Jalan keluar tersebut berupa keputusan tindakan yang akan menyelesaikan persoalan tersebut. Dari satu persoalan dapat menghasilkan beberapa alternatif keputusan yang dihasilkan. Dari beberapa alternatif itulah, kita memilih keputusan yang paling baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Dalam suatu persoalan, lebih baik jika kita mencoba untuk menguraikan persoalan tersebut menjadi beberapa entitas. Hal ini dapat membantu dalam melakukan pemecahan permasalahan menjadi lebih sederhana. Penyederhanaan ini dilakukan agar persoalan tersebut menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi. Selain itu, penyederhanaan ini akan mempermudah dalam memecahkan persoalan yang sedang dihadapi.

Agar persoalan tersebut dapat menjadi lebih sederhana, pertama kita tentukan dahulu tujuan dari pemecahan persoalan tersebut. Kemudian, kita tentukan pembatas-pembatas dari persoalan tersebut agar persoalan tidak menjadi lebih besar. Dalam pemecahan persoalan kita juga memerlukan kriteria-kriteria dalam persoalan tersebut. Setelah itu kita tentukan alternatif-alternatif yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah kita tentukan.

Dalam penyusunan keputusan atas pemecahan persoalan yang kita hadapi, kita memerlukan beberapa hal penting, yaitu perspektif yang merupakan cara pandang kita dalam melihat suatu persoalan. Hirarki, dimana persoalan tersebut dipecah menjadi beberapa elemen-elemen yang disusun dari satu tingkat ke tingkat yang lain. Tujuan, maksudnya adalah suatu persoalan memiliki tujuan untuk mengetahui apa yang menjadi inti dalam persoalan tersebut. Model mental yang ada dalam pemikiran kita yang mempengaruhi kita dalam melihat, mengamati, dan bertindak. Serta rasionalitas, dimana kita dihadapkan pada konsekuensi logis dari cara kita melihat, mengamati, dan bertindak dalam menghadapi persoalan tersebut.

1.1.2 Latar Belakang Outbound Logistics : Warehouse Selection Process

Dunia merupakan suatu sistem yang kompleks dimana elemen-elemen di dalamnya saling berinteraksi. Dalam sistem dunia yang kompleks ini tentunya banyak persoalan yang harus kita tanggulangi. Untuk menangani persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang tidak terstruktur kita perlu menyusun tahapan-tahapan dalam menyelesaikan persoalan tersebut dan perlu menetapkan tujuan kita dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Begitu pula dalam organisasi atau perusahaan. Setiap organisasi atau perusahaan, mereka memiliki persoalan-persoalan. Dalam membantu pengambilan keputusan yang harus diambil untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di perusahaan, kita dapat menggunakan proses hirarki analitis. Proses hirarki analitis ini memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang efektif atas persoalan yang kompleks dengan jalan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan yang kita alami.

Proses hirarki analitis ini adalah memecah-mecah suatu situasi yang kompleks, tak terstruktur ke dalam bagian-bagian komponenya, menata bagian atau variabel ke dalam suatu susunan hirarki, memberi nilai numerik pada setiap variabelnya untuk menetapkan variabel mana yang memiliki prioritas paling tinggi. Keharusan memberi nilai numerik pada setiap variabel masalah membantu para pengambil keputusan untuk mempertahankan pola-pola pikir untuk mencapai kesimpulan.

Dalam proses hirarki analitis untuk mendapatkan nilai prioritas sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara menghitung matriks-matriks. Adapun langkah-langkah dalam penghitungan matriks ini adalah kita menghitung matriks pembanding, matriks normalisasi, matriks sintesis normalisasi, dan matriks keputusan. Selain dengan perhitungan matriks, ada juga software yang menyediakan suatu struktur efektif untuk pengambilan keputusan, yaitu sofware Expert Choice. Dengan menggunakan software tersebut memudahkan kita dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan persoalan.

1.1.3 Latar Belakang Inbound Logistics : Supplier Selection Process

Setiap perusahaan pasti memiliki moda transportasi untuk mendistribusikan produknya. Dalam mendistribusikan barang, moda transportasi harus melakukan pelayanannya ke titik tujuan layanan. Titik-titik tujuan layanan adalah tempat-tempat yang harus disinggahi oleh moda transportasi untuk dapat menyelesaikan tugasnya dalam suatu jaringan jarak tertentu.

Selain perusahaan manufaktur, perusahaan supplier juga memerlukan moda transportasi untuk mengirimkan bahan baku atau barang ke perusahaan manufaktur. Supplier dalam mengirimkan bahan baku tidak hanya ke satu perusahaan manufaktur, tetapi ke beberapa perusahaan yang letaknya tidak hanya di satu tempat. Untuk itulah perlu dibuat jaringan rute perjalanan dalam mengirimkan bahan baku tersebut agar lebih efisien dan mengurangi biaya pengiriman.

Untuk menyelesaikan masalah pengiriman bahan baku tersebut digunakan metode yang disebut dengan Travelling Salesman Problem (TSP). TSP adalah metode dalam menyelesaikan masalah pencarian perjalanan optimal bagi moda transportasi yang berkeliling mengunjungi tempat-tempat yang perlu disinggahi yang direncanakan dengan ketentuan setiap tempat hanya dikunjungi satu kali dan moda transportasi harus kembali ke tempat semula. Rute optimal adalah rute yang memberikan jarak, waktu, dan biaya total pengiriman terkecil.

Dalam menggunakan metode travelling salesman problem ini dibantu dengan software Logware. Software ini dapat membantu dalam menentukan rute-rute yang harus dilalui oleh suatu moda transportasi dalam setiap pengiriman barangnya agar jarak yang ditempuh tidak terlalu panjang, waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama, dan biaya pengiriman yang dikeluarkan hanya sedikit.

DOWNLOAD TULISAN SELENGKAPNYA SELENGKAPNYA DISINI!!




Praktikum teknik Industri MRP


"dibawah ini hanya dilampirkan bagian pendahuluan saja, untuk file praktikum selengkapnya silakan download di akhir tulisan"
BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
1.1.1 Material Requirements Planning (MRP)
Beberapa produk tertentu mungkin terdiri dari beberapa subassemblies dan komponen, dimana setiap subassembly atau komponen tersebut mempunyai karakteristik yang unik seperti perbedaan lead time, safety stock dan gross requirement. Demikian juga dengan bahan mentah untuk memproduksi subassemblies dan komponen tersebut yang juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda.Masalah selanjutnya adalah Bagaimana mengatur perbedaan tersebut agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar.
Untuk mengatasi permasalahan yang telah dipaparkan diatas, kita membutuhkan suatu sistem perencanaan kebutuhan material (Material Requirements Planning) yang terintegrasi yang mampu menghasilkan informasi untuk mendukung aksi yang tepat, baik berupa pembatalan pesanan, pemesanan ulang, atau penjadwalan ulang.

1.1.2 Inventory Management
Manajemen persediaan adalah hal yang mendasar dalam sebuah industri manufaktur maupun industri lainnya. Pengaturan dan pengendalian persediaan yang baik, akan mendukung proses produksi dan juga menjadi kunci keberhasilan suatu perusahaan.
Namun kadangkala Pasokan dan kebutuhan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, untuk itu perusahaan harus bertumpu kepada persediaan material yang ada untuk menjamin kebutuhan dari konsumen. Untuk meminimasi biaya yang terkuras dalam penyimpanan persediaan tersebut, perusahaan harus menyesuaikan antara demand dan supply sehingga inventory dapat digunakan sebagaimana mestinya tanpa menjadi beban baru bagi..
perusahaan.

1.1.3 Distribution Requirement Planning (DRP)
Hal lainnya tak kalah penting dari suatu perusahaan manufaktur adalah
pendistribusian produk ke beberapa distribution center dimana masing-masing distribution center mempunyai kebutuhan yang berbeda beda.Kadang kala ada distribution center yang mengalami kelebihan inventory sehingga menambah biaya produksi. Untuk itulah DRP diperlukan dalam sebuah industri manufaktur.

DOWNLOAD LAPORAN SELENGKAPNYA DISINI

Praktikum Teknik Industri Peramalan

"dibawah ini adalah hanya bagian Pendahuluannya saja, untuk laporan lengkap silakan download di bagian akhir tulisan"


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
1.1.1 Peramalan produksi
Proses Produksi sangat erat kaitannya dengan peramalan, bagaimana tidak, pada setiap proses produksi kapasitas prosuksi harus disesuaikan dengan demand, tidak menjadi masalah ketika kita telah memiliki data actual demand, tapi apabila kita tidak mengetahui jumlah pasti demand, peramalan dapat dijadikan sebagai solusinya. Dengan Peramalan produksi pula kita dapat mengukur perubahan demand menjelang lead time sehingga dapat membantu menentukan jumlah safety stock dan menekan biaya inventory.
Sebaik-baiknya metode peramalan yang kita gunakan, pasti pada akhirnya peramalan yang kita gunakan akan memperoleh error, dimana error merupakan selisih antara actual demand dan forecast yang kita lakukan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan metode peramalan yang sesuai dengan tipe data, atau bila perlu kita dapat menggunakan beberapa metode dan teknik peramalan dalam peramalan produksi untuk memperoleh nilai error terkecil yang menunjukkan keakuratan peramalan kita lebih tinggi .

1.1.2 Rencana produksi agregat
Perencanaan yang matang perlu kita lakukan sebelum produksi dilakukan, hal ini bertujuan untuk memaksimalkan sumber daya yang kita miliki untuk menekan biaya produksi hingga seminimal mungkin. Tanpa suatu perencanaan yang matang, perusahaan tidak akan mampu menyerap fluktuasi demand yang terjadi sehingga cenderung terjadi penumpukan di gudang atau lost sales yang merugikan perusahaan.
Untuk menghindari membuat rencana item per item yang banyak memakan waktu, maka setiap item dari family yang...
sama diagregasikan terlebih dahulu untuk menyusun rencana produksi agregatnya. Suatu rencana produksi agregat akan menentukan tingkat tenaga kerja yang dibutuhkan, overtime, dan tingkat inventory dengan fungsi objektif untuk meminimasi biaya produksi. Ada beberapa strategi yang dapat diterapkan diantaranya, tenaga kerja tetap, tenaga kerja berubah, mix strategy dan metode transportasi.

1.1.3 Disagregasi dan Master Production Scheduling (MPS)
Rencana produksi agregat yang telah dibuat terlebih dahulu, akan diimplementasikan sehingga dibutuhkan penjadwalan yang berupa jadwal induk produksi (Master Production Schedule). MPS ini akan memberikan output berupa Demand dari tiap end item, On hand dari end item, dan jadwal produksi untuk tiap-tiap end item.
Jumlah yang harus diproduksi merupakan jumlah untuk setiap item atau produk spesifik tertentu, maka hasil rencana produksi agregat harus didisagregasikan kembali untuk menyusun MPS dari masing-masing item.

DOWNLOAD LAPORAN SELENGKAPNYA DISINI

Segaptek itukah Dosen Widyatama?

Ada sesuatu yang menarik ketika menunggu pintu lift di salah satu gedung universitas widyatama, dari sejumlah pengumuman yang ditempel oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di dinding luar lift, ada satu pengumuman yang membuat perasaan campur aduk, sedih,bertanya-tanya,terpingkal-pingkal bercampur menjadi satu. Isi dari pengumuman tersebut kira-kira begini “Diberitahukan kepada seluruh dosen Universitas Widyatama, bahwa kami mahasiswa teknik informatika unversitas widyatama mengundang seluruh dosen universitas widyatama untuk mengikuti pelatihan internet meliputi: pembuatan blog dan email.yang akan dilaksanakan pada…bla bla bla….pendaftaran dapat dilakukan di ruang dosen luar biasa mulai hari ini …”dan seterusnya. Setelah membaca pengumuman itu hati ini bertanya, apa benar segaptek itukan dosen dosen widyatama ? Membuat sebuah e-mai lpun harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu? Pikiran selanjutnya apakah nantinya ada dosen yang mau mendaftar pelatihan ini atau tidak?. Pikiranku sempat terusik sejenak memikirkan pengumuman yang...
saya lihat tadi.
Tak ada asap apabila tak ada api, tak ada pelatihan email apabila semua dosen punya email, masalahnya apakah memang benar sebagian besar dosen widyatama tak memiliki email ataukan mahaiswa teknik informatika yang bertindak sebagai panitialah yang lancang dan tidak memperhitungkan sampai dimana kemampuan para dosen dalam ilmu internet.,atau mereka sebenarnya tidak tahu bahwa setip dosen otomatis telah diberi sebuah account email otomatis dari widyatama, sebagai contoh dosen yang bernama Jujun Junaedi,M.T. akan diberi email jujun.junaedi@widyatama.ac.id terlepas apakah setelah diberi email tersebut selanjutnya dipergunakan atau tidak. Sepengetahuan saya , di jurusan teknik industri, jurusan tempat saya menimba ilmu, 80% dosen-dosennya bisa dipastikan melibatkan internet dalam setiap perkuliahannya, entah itu mengirim tugas, memberikan slide persentasi kepada mahasiswa,mengambil bahan kuliah di website si dosen, berkomentar di blog dosen dll. Kalau mengambil contoh lebih ekstrim pun ada, salah satu dosen Teknik Industri widyatama merupakan mantan kepala IT widyatama yaitu Didit Damur Rochman,M.T. AKA Diditdr, beliau pun memiliki sebuah website yang berisi blog dan hasil jepretan kameranya yaitu www.diditdr.com, atau satu lagi dosen yang telah lama berkecimpung dalam dunia internet yaitu Boy Macklin,M.T. beliau pemilik situs www.onbuk.com dan sampai sekarang masih menjadi blogger teraktif di widyatama setahu saya dengan blognya macklin.onbuk.com. Sudah dipastikan apabila kedua dosen ini melihat atau membaca pengumuman tadi, minimal mereka akan tertawa dalam hati sambil berkata dalam hati juga “emang dosen widyatama segaptek itu gituh???”.

Profesionalisme Karyawan Universitas Widyatama Dipertanyakan


Tulisan ini ádalah refleksi dari puncak kekesalan saya sebagai mahasiswa widyatama yang diperlakukan tidak sama dengan mahasiswa lainnya terlepas sengaja atau tidak sengaja mereka melakukannya.
Berawal ketika perwalian dengan dosen wali, saya dan 5 orang teman saya yang bernasib sama seperti saya, ber IPK 3 kebawah, sedikit merayu dosen wali saya untuk mengambil 21 sks, padahal aturannya untuk mahasiswa yang hanya mempunyai IPK kurang dari 3 hanya boleh mengambil 20 sks, tapi berkaca dari pengalaman sebelumnya, mahasiswa boleh saja mengambil 21 sks dengan seijin dosen wali. Singkat cerita ke 5 orang teman saya termasuk saya akhirnya diberikan..............
21 sks oleh dosen wali, tapi perjalanan masih panjang, formular registrasi harus mendapat persetujuan akademik dan administrasi,disinilah cerita sebenarnya dimulai.
Setelah mendapat tanda tangan dosen wali, kita ber 6 akhirnya menuju ke bagian akademik untuk meminta cap,namun di bagian akademik kita dipersulit, kita tidak mendapat persetujuan untuk mengambil 21 sks, dengan alasan IPK kita dibawah 3, boleh mengambil 21 sks asalkan ada praktikum yang diambil dan minimal berbobot 1 sks sedangkan mata kuliah yang kita ambil praktikumnya 0 sks. Akhirnya kita ver 6 menunda registrasi, dan berencana registrasi di gedung serba guna (GSG) berbarengan dengan fakultas lain, dengan harapan kita bisa mengambil 21 sks.
Hari regsitrasi tiba, kita akhirnya berbarengan untuk registrasi ke GSG, untuk prosedur registrasi di GSG, kita akan melewati 3 antrean, antrean pertama yang memeriksa jumlah sks yang diambil, antrean kedua memeriksa pembayaran,dan antrean ke 3 memasukan mata kuliah yang kita ambil ke komputer. di antrean pertama ada 3 karyawan yang melayani, kita menyebar dan menghindari karyawan akademik yang kita temui sebelumnya,saya memilih karyawan yang masih keliatan muda, dan sebagian teman lain memilih ke petugas wanita satunya. Saya duduk tepat berada di belakang teman saya, teman saya yang diperiksa terlebih dahulu akhirnya hanya diperbolehkan mengambil 19 sks, saya akhirnya pasrah saja dan memang sayapun akhirnya hanya diijinkan mengambil 19 sks, tetapi,teman saya yang lainnya yang memilih karyawan yang berbeda, berhasil lolos dan mengambil 21 sks, awalnya memang petugas itu menanyakan kenapa mengambil 21sks, padahal ipk teman saya kurang dari 3, teman saya menjawab “kan itu ada praktikumnya bu”, si ibupun percaya padahal praktikum yang kita ambil berbobot 0 sks, akhirnya teman saya tersebut mendapat jatah 21 sks. awalnya saya ingin komplain, Namun saya mengurungkannya karena terkesan saya dengki dengan teman saya itu.
Ternyata keteledoran karyawan widyatama tidak sampai disitu saja, dari keenam teman saya, yang hanya 1 yang disetujui mengambil 21 sks, ternyata pada bagian antran terakhir, yaitu untuk memasukan mata kuliah yang diambil ke komputer yang telah disetujui bagaian akademik, satu teman saya yang awalnya hanya disetujui 19 sks di bagian akademik (antrian ke 1) berhasil mendapatkan 21 sks, kenapa demikian? Ketika memasukan kode-kode mata kuliahnya ke komputer, ternyata operator tadi tidak melihat 1 matakuliah yang telah dicoret oleh bagian akademik tadi, teman saya yang disuruh memeriksa apakah sudah benar, hanya menganngguk saja dengan perasaan senang dalam hatinya, akhirnya diapun mendapat 21 sks.
Kesimpulannya, dari ke 5 teman saya yang sama-sama ber ipk kurang dari 3, dua diantaranya lolos mengambil 21 sks,dan 3 lainnya hanya 19 sks termasuk saya. Hal ini patut disayangkan, mungkin kasus seperti ini tidak hanya menimpa teman2 saya saja..tapi mungkin puluhan mahasiswa lainnya yang diuntungkan dan dirugikan, untuk itulah saya menghimbau kepada para segenap karyawan universitas widyatama agar meningkatkan keprofesionalitas-annya dalam bekerja, agar hal-hal seperti ini dapat dihindari di masa waktu yang akan datang.

UAS dan pakaian hitam putih

Sepintas terfikir, sebagai mahasiswa perguruan tinggi swasta , saya merasa agak ganjil terhadap kebijakan kampus yang mewajibkan para mahasiswa/I nya berpakaian kemeja putih dan celana hitam pada saat ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Apa sebenarnya yang diinginkan pihak kampus? Ketertiban? Keseragaman? Atau hanya kebijakan yang tidak beralasan?, kalau memang atas nama ketertiban, kenapa tidak sekalian saja di jam-jam perkuliahan memakai seragam hitam putih? Sebagai perbandingan, anak SD pakai warna putih merah,anak SMP pakai warna putih biru , anak SMA pakai putih abu-abu maka mahasiswa perguruan tinggi pakai putih hitam, kan lucu.....sebenarnya apa motif dibalik kebijakan kampus ini? Apakah ada hal-hal yang bersifat historis dibalik kebijakan ini yang saya tidak tahu? pokoknya saya hanya salah satu dari mungkin banyak orang yang membenci kebijakan ini, alangkah berbahagiannya mahasiswa PTN karena kebijakan memakai “setelan” putih hitam ini tidak berlaku, mungkin nanti pada saat saya kuliah S3 judul disertasi saya “ hubungan antara keberhasilan Ujian dengan pakaian yang dipakainya”

posting pertama

blogging......ah,merasa banyak waktu terbuang dengan hal-hal yang hina,,,mencoba mengembangkan diri lewat hal-hal yang sedikit bermanfaat seperti ini,, mengapa saya tulis sedikit bermanfaat?.....karena sebenarnya masih banyak hal-hal yang lebih berguna untuk dilakukan,, seperti berduaan dengan buku, atau malah berdua dengan Tuhan...........